Apakah Anda setiap hari bergantung pada kacamata atau lensa kontak? Banyak orang ingin bisa melihat jelas begitu bangun tidur, tanpa harus meraba-raba mencari kacamata lebih dulu. Disamping itu, kacamata dan lensa kontak bisa terasa merepotkan atau kurang nyaman, apalagi bagi Anda yang aktif bergerak dan punya gaya hidup dinamis. Operasi refraktif pada mata hadir sebagai salah satu solusi untuk mengatasi gangguan penglihatan yang umum, seperti rabun jauh (miopia), rabun dekat (hiperopia), dan mata silinder (astigmatisme). Dengan prosedur ini, banyak pasien bisa mendapatkan penglihatan yang lebih jelas dan mengurangi ketergantungan pada kacamata atau lensa kontak.
Manfaat Penglihatan Jelas Tanpa Kacamata
Bisa melihat jelas tanpa kacamata membuat aktivitas sehari-hari terasa lebih praktis dan nyaman. Anda tidak perlu lagi melakukan banyak persiapan kecil sebelum beraktivitas.
Banyak orang merasa lebih bebas saat bisa melihat jelas ketika berenang atau mandi, tanpa perlu khawatir melepas kacamata atau lensa kontak. Kegiatan seperti bersantai di spa atau sauna, potong rambut, dan berolahraga juga terasa lebih simpel saat penglihatan tidak bergantung pada alat bantu. Bahkan dalam situasi tak terduga, seperti kehujanan di jalan, Anda tetap bisa melihat dengan jelas. Hal kecil seperti ini sering baru terasa manfaatnya setelah tidak lagi bergantung pada kacamata.
Bagi Anda dengan gaya hidup aktif dan jadwal padat, berkurangnya ketergantungan pada kacamata bisa meningkatkan kemudahan, rasa percaya diri, dan kenyamanan dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, banyak orang mempertimbangkan prosedur koreksi penglihatan dengan laser, yaitu tindakan medis yang menggunakan sinar laser untuk membantu memperbaiki fokus penglihatan.
Memahami Kelainan Refraksi dan Operasi LASIK
Kelainan refraksi terjadi saat mata tidak bisa memfokuskan cahaya dengan tepat ke retina (lapisan di bagian belakang mata yang menangkap gambar). Akibatnya, penglihatan terasa buram atau tidak tajam.
Beberapa jenis kelainan refraksi yang paling umum antara lain:
- Rabun jauh (Miopia / Nearsightedness)
Penderita rabun jauh sulit melihat benda yang letaknya jauh. Kondisi ini biasanya terjadi karena kornea terlalu melengkung dan/atau bola mata lebih panjang dari normal. Akibatnya, cahaya yang masuk ke mata justru terfokus di depan retina, bukan tepat di atas retina. - Rabun dekat (Hiperopia / Farsightedness)
Pada kondisi ini, seseorang lebih sulit melihat benda yang jaraknya dekat. Penyebabnya bisa karena kornea lebih datar dan/atau bola mata lebih pendek dari normal. Cahaya yang masuk akhirnya terfokus di belakang retina. - Astigmatisme (Mata silinder)
Astigmatisme membuat penglihatan tampak buram atau berbayang, baik untuk jarak dekat maupun jauh. Hal ini terjadi karena bentuk kornea tidak rata atau tidak simetris. Akibatnya, cahaya yang masuk tidak terfokus di satu titik yang jelas pada retina, tetapi menyebar ke beberapa titik.
LASIK (Laser-Assisted In-Situ Keratomileusis) dan prosedur bedah refraktif laser kornea lainnya, seperti transPRK (trans-epithelial Photorefractive Keratectomy) serta ReLEx SMILE (Small Incision Lenticule Extraction), bekerja dengan cara membentuk ulang permukaan kornea. Kornea adalah bagian bening di depan mata yang membantu memfokuskan cahaya. Tujuannya agar cahaya yang masuk bisa terfokus dengan tepat di retina. Melalui prosedur-prosedur ini, kebutuhan akan kacamata atau lensa kontak bisa berkurang secara signifikan. Hasilnya, penglihatan terasa lebih tajam, lebih alami, dan dapat bertahan dalam jangka panjang.
Apa Saja Jenis Operasi Refraktif?
Kelainan refraksi bisa ditangani dengan cara non-bedah maupun bedah tergantung tingkat gangguan penglihatan dan kondisi kesehatan mata masing-masing orang.
Bagi banyak orang, kacamata atau lensa kontak masih menjadi langkah pertama untuk mengoreksi kelainan refraksi. Namun, sebagian pasien memilih solusi yang lebih permanen, terutama jika mereka mengalami ketidaknyamanan, kesulitan, atau mata kering akibat penggunaan lensa dalam jangka panjang. Dalam kondisi seperti ini, operasi refraktif dengan laser (atau koreksi penglihatan dengan laser) menjadi pilihan perawatan yang dapat memperbaiki bentuk kornea untuk mengembalikan penglihatan yang jelas tanpa kacamata atau lensa kontak. Saat ini terdapat tiga teknik koreksi penglihatan dengan laser yang tersedia, masing-masing dirancang untuk memperbaiki kelainan refraksi secara aman dan efektif.
1. LASIK (Laser-Assisted In-Situ Keratomileusis)
LASIK merupakan salah satu prosedur koreksi penglihatan yang paling dikenal dan banyak dilakukan di seluruh dunia. Prosedur ini melibatkan penggunaan laser femtosecond untuk membuat lapisan tipis pada kornea, kemudian dilanjutkan dengan tahap kedua menggunakan laser excimer untuk membentuk kembali jaringan di bawahnya secara presisi sehingga cahaya yang melewati kornea dapat difokuskan dengan tepat ke retina. Setelah itu, lapisan kornea tersebut dikembalikan ke posisinya dan prosedur selesai. Berbeda dengan metode LASIK yang lebih lama, di mana pisau mikrokeratom digunakan untuk membuat lapisan kornea, saat ini lapisan tersebut dibuat menggunakan laser femtosecond. Oleh karena itu, prosedur modern ini juga dikenal sebagai LASIK “tanpa pisau” atau bladeless LASIK.
Metode ini dapat membantu memperbaiki rabun jauh, rabun dekat, maupun mata silinder (astigmatisme).
Gambaran prosedur:
- Prosedur selesai dalam sekitar 25–30 menit untuk kedua mata
- Pasien biasanya mulai merasakan penglihatan lebih jelas dalam 1–2 hari
- Tindakan hanya dengan tetes mata anestesi (obat bius)
- Ketidaknyamanan selama prosedur minim
Di Ascend Eye Clinic, kami menggunakan teknologi laser femtosecond dan excimer yang canggih dan berperforma tinggi dari produsen terkemuka.
2. SMILE (Small Incision Lenticule Extraction)
SMILE LASIK, atau dikenal juga sebagai ReLEx SMILE, adalah metode koreksi penglihatan laser yang lebih baru dengan minimal sayatan dan tanpa pembuatan flap. Pada prosedur ini, dokter menggunakan laser femtosecond untuk membentuk potongan jaringan kecil berbentuk lensa (disebut lenticule) di dalam kornea. Jaringan tersebut kemudian dikeluarkan melalui sayatan mikro yang sangat kecil. Dengan perubahan bentuk kornea ini, gangguan penglihatan seperti rabun jauh dan mata silinder dapat diperbaiki.
Karakteristik utama:
Tidak memerlukan pembuatan flap kornea; hanya menggunakan sayatan kecil seperti lubang kunci pada kornea untuk mengakses lenticule
Karena tidak ada flap yang dibuat, struktur kornea tetap lebih stabil dibandingkan dengan LASIK
Cocok bagi individu yang aktif dalam olahraga kontak dan gaya hidup aktif, karena tidak ada kekhawatiran terkait komplikasi flap
Memberikan kenyamanan dan pemulihan yang lebih cepat dibandingkan dengan transPRK
Teknologi SMILE saat ini dapat menangani rabun jauh (miopia) dan astigmatisme, tetapi belum untuk rabun dekat (hiperopia)
3. TransPRK (Transepithelial Photorefractive Keratectomy)
TransPRK, yang juga dikenal sebagai koreksi penglihatan laser “no-touch”, membentuk kembali kornea tanpa membuat flap atau sayatan apa pun. Laser akan mengangkat lapisan terluar kornea terlebih dahulu sebelum memperbaiki bentuk kornea agar cahaya dapat difokuskan dengan lebih baik ke retina. Setelah prosedur selesai, lensa kontak pelindung akan dipasang untuk membantu proses penyembuhan epitel. Lensa kontak ini akan dipakai selama 1 minggu dan akan dilepas setelah proses penyembuhan selesai.
Karakteristik utama:
Prosedur sepenuhnya tanpa sentuhan, tanpa alat yang menyentuh kornea
Tidak ada flap dan tidak menggunakan pisau; seluruh prosedur dilakukan dengan laser pada permukaan kornea
Cocok bagi individu dengan kornea yang lebih tipis yang mungkin tidak memenuhi syarat untuk LASIK atau SMILE, atau bagi mereka yang aktif dalam olahraga kontak atau gaya hidup fisik yang aktif, di mana risiko terkait flap lebih tinggi, atau bagi yang lebih memilih prosedur tanpa flap
Risiko mata kering lebih rendah dibandingkan LASIK
Masa pemulihan menuju penglihatan fungsional lebih lama (1–2 minggu), dengan penglihatan yang terus membaik selama 2–3 bulan
Dapat direkomendasikan dibandingkan LASIK atau SMILE pada individu dengan mata yang lebih dalam atau lebih kecil, di mana prosedur LASIK atau SMILE secara teknis lebih sulit dilakukan
Perbandingan antara LASIK, SMILE, dan TransPRK
| Fitur | LASIK | SMILE | TransPRK |
|---|---|---|---|
| Cara Kerjanya | Teknik flap kornea: lapisan tipis (flap) dibuat pada kornea | Teknik lenticule: sepotong kecil jaringan kornea diangkat melalui bukaan kecil pada kornea | Teknik laser permukaan: lapisan terluar kornea diangkat, kemudian laser membentuk kembali kornea sesuai kelengkungan yang diinginkan |
| Sayatan / flap | Ya, dibuat flap pada kornea | Tanpa flap, hanya sayatan kecil | Tanpa flap maupun sayatan |
| Kenyamanan setelah tindakan | Biasanya hanya ketidaknyamanan ringan | Biasanya hanya ketidaknyamanan ringan | Rasa tidak nyaman lebih terasa pada beberapa hari pertama |
| Pemulihan penglihatan | Cepat, sering kali dalam 1–2 hari | Cepat, dalam 1–2 hari. Penglihatan fungsional biasanya tercapai dalam 1–2 minggu, dengan penglihatan terus membaik selama 2–3 bulan | Lebih lambat, penglihatan membaik secara bertahap dalam 1–2 minggu |
| Cocok untuk | Berbagai tingkat resep dengan ketebalan kornea yang memadai | Individu dengan kornea yang sesuai yang lebih memilih operasi tanpa flap | Individu dengan kornea lebih tipis, gaya hidup aktif, atau yang lebih memilih tanpa flap atau sayatan |
| Rentang kelainan refraksi | Miopia: hingga -15.0 D, hiperopia: hingga +6.0 D, dan astigmatisme: hingga -6.0 D | Miopia: hingga sekitar -10.00 D dan astigmatisme: hingga sekitar -5.00 D | Miopia: hingga -10.0 D, hiperopia: hingga +6.0 D, dan astigmatisme: hingga -6.0 D |
| Kunjungan kontrol* | 3–4 kali kunjungan kontrol | 3–4 kali kunjungan kontrol | 4–5 kali kunjungan kontrol |
*Jadwal kunjungan kontrol dapat disesuaikan untuk pasien yang datang dari luar kota.
Kelebihan dan Kekurangan LASIK, SMILE, dan TransPRK
LASIK
Kelebihan
- Penglihatan biasanya kembali jelas dengan cepat, sering kali dalam satu hingga dua hari
- Pasien umumnya hanya mengalami sedikit ketidaknyamanan setelah prosedur
- Cocok untuk memperbaiki berbagai jenis gangguan penglihatan: rabun jauh, rabun dekat, dan astigmatisme
Kekurangan
- Melibatkan pembuatan lapisan tipis (flap) pada kornea
- Tidak disarankan jika kornea terlalu tipis atau terdapat kondisi pada permukaan mata (misalnya mata sangat kering)
- Beberapa pasien mungkin merasakan mata kering atau terasa seperti berpasir sementara selama masa pemulihan awal
SMILE
Kelebihan
- Risiko mata kering lebih rendah dibandingkan LASIK
- Tidak memerlukan pembuatan flap besar pada permukaan kornea
- Hanya dibuat sayatan kecil, yang sering menjadi pilihan bagi individu yang khawatir terhadap masalah terkait flap
- Cocok untuk sebagian besar resep rabun jauh dan astigmatisme
Kekurangan
- Penglihatan membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk stabil dibandingkan LASIK
- Tidak dapat memperbaiki rabun dekat (hiperopia)
- Mungkin tidak cocok untuk resep yang sangat tinggi atau bentuk mata tertentu
- Pada sebagian pasien, penglihatan mungkin memerlukan waktu sedikit lebih lama untuk stabil dibandingkan LASIK
TransPRK
Kelebihan
- Tanpa pembuatan flap dan tanpa sayatan
- Cocok untuk pasien dengan kornea lebih tipis atau permukaan mata yang tidak rata
- Tidak memiliki risiko yang berkaitan dengan flap
Kekurangan
- Penglihatan membaik secara bertahap dalam beberapa hari hingga minggu
- Rasa tidak nyaman lebih terasa pada beberapa hari pertama masa penyembuhan
- Membutuhkan kontrol yang lebih rutin di awal saat permukaan mata sedang pemulihan
Catatan Penting:
Tidak ada satu prosedur yang paling cocok untuk semua orang. Kesesuaian tindakan bergantung pada hasil pemeriksaan mata, kesehatan kornea, jenis dan tingkat kelainan refraksi, serta kebutuhan penglihatan dalam aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, pemeriksaan mata yang menyeluruh sangat penting sebelum menentukan pilihan prosedur yang tepat.
“Perjalanan koreksi penglihatan dengan laser bagi setiap individu dimulai dengan evaluasi diagnostik yang teliti menggunakan teknologi canggih serta konsultasi yang sangat dipersonalisasi. Di Ascend Eye Clinic, kami memastikan setiap perawatan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien untuk mencapai koreksi penglihatan yang efektif dan aman.”
— Dr Errol Chan —
Direktur Medis & Dokter Spesialis Mata Konsultan Senior
Ascend Eye Clinic, Singapura
Menentukan Prosedur yang Tepat untuk Anda
Pemilihan operasi refraktif yang tepat bergantung pada beberapa faktor, termasuk ketebalan kornea, keteraturan kelengkungan kornea, kesehatan mata, ukuran resep kacamata atau lensa kontak, serta kebutuhan gaya hidup Anda. Di Ascend Eye Clinic, kami melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk menentukan prosedur mana LASIK, SMILE, transPRK, atau bahkan implantable collamer lens (ICL) yang dapat memberikan hasil optimal untuk membantu Anda mencapai tujuan penglihatan Anda.
Di Ascend Eye Clinic, Singapura, setiap prosedur dilakukan dengan memperhatikan ketelitian medis dan keselamatan pasien. Rencana tindakan akan disesuaikan dengan kondisi mata dan gaya hidup Anda, sehingga Anda dapat melihat lebih jelas dan beraktivitas dengan lebih percaya diri.
Apa yang Terjadi Saat Konsultasi Koreksi Penglihatan dengan Laser?
Konsultasi ini merupakan pemeriksaan yang dipersonalisasi untuk menentukan apakah Anda cocok menjalani koreksi penglihatan dengan laser. Selama kunjungan, kami akan mengevaluasi kesehatan mata Anda secara menyeluruh dan mendiskusikan pilihan perawatan yang paling sesuai dengan kebutuhan penglihatan Anda.
Pemeriksaan ini meliputi pengukuran penglihatan, analisis bentuk dan ketebalan kornea, pemeriksaan mata kering, serta evaluasi kesehatan mata secara keseluruhan menggunakan teknologi diagnostik yang canggih. Setelah meninjau hasil pemeriksaan Anda, kami akan menjelaskan prosedur yang direkomendasikan — LASIK, SMILE, atau TransPRK — serta memandu Anda mengenai hasil yang dapat diharapkan, proses pemulihan, dan langkah selanjutnya.
Tim kami akan memastikan Anda mendapatkan informasi yang jelas, merasa nyaman, dan percaya diri saat memulai perjalanan menuju penglihatan yang lebih jelas.
Apakah Saya Cocok Menjalani Koreksi Penglihatan dengan Laser?
Anda dapat mempertimbangkan operasi refraktif atau koreksi penglihatan dengan laser bila:
- Kacamata atau lensa kontak sudah tidak lagi terasa nyaman atau praktis digunakan
- Perubahan penglihatan mulai mengganggu pekerjaan, belajar, atau aktivitas sehari-hari
- Anda mencari solusi jangka panjang sebagai alternatif dari kacamata atau lensa kontak
- Anda pernah mengalami infeksi mata akibat penggunaan lensa kontak dan sedang mencari solusi selain lensa kontak untuk mengurangi ketergantungan pada kacamata.
Jika kondisi-kondisi ini terasa familiar, pemeriksaan mata khusus untuk koreksi penglihatan dapat membantu menentukan pilihan yang paling sesuai untuk Anda.
Mengapa Memilih Koreksi Penglihatan dengan Laser di Singapura?
Singapura sering menjadi pilihan untuk koreksi penglihatan dengan laser karena sistem kesehatannya yang terstruktur, standar klinis yang mapan, serta akses ke dokter spesialis mata yang berpengalaman. Prosedur laser dilakukan sesuai dengan pedoman keselamatan yang diakui, didukung oleh pemeriksaan sebelum tindakan yang menyeluruh, penggunaan teknologi diagnostik dan laser yang telah tervalidasi secara klinis, serta perawatan tindak lanjut yang terstruktur.
Bagi pasien yang datang dari luar negeri, Singapura menawarkan alur perawatan yang jelas dan terorganisir dengan baik mulai dari konsultasi dan penilaian kesesuaian, perencanaan operasi, hingga evaluasi setelah prosedur. Pendekatan ini sangat penting dalam koreksi penglihatan, di mana pengukuran yang akurat, pemilihan teknologi yang tepat, serta pengawasan klinis yang profesional berperan penting dalam mendukung hasil yang aman dan dapat diprediksi.
Perkiraan Biaya Koreksi Penglihatan dengan Laser
Biaya koreksi penglihatan dengan laser dapat berbeda-beda tergantung jenis prosedur yang dipilih, kondisi mata, serta rencana perawatan setelah pemeriksaan. Kisaran di bawah ini memberikan gambaran umum untuk tindakan pada kedua mata di Singapura:
- Operasi LASIK: sekitar S$4.500
- Operasi SMILE: sekitar S$5.500
- Operasi TransPRK: sekitar S$4.500
- Untuk setiap prosedur di atas, jika diperlukan penguatan kornea dengan Collagen Cross-Linking menggunakan sistem Avedro: tambahan sekitar $1.000.
Biaya tersebut umumnya sudah mencakup prosedur dan kontrol standar setelah tindakan, namun biaya pastinya dapat sedikit berbeda sesuai hasil pemeriksaan mata dan kebutuhan perawatan masing-masing pasien. Konsultasi menyeluruh diperlukan untuk memastikan kecocokan tindakan serta mendapatkan rincian biaya yang lebih akurat.
Apa yang Terjadi Selama Prosedur Koreksi Penglihatan dengan Laser Anda?
Langkah 1: Kunjungan Pra-Operasi
Pemindaian mata, evaluasi menyeluruh dan penilaian kesesuaian, serta konsultasi yang dipersonalisasi dengan Senior Consultant Ophthalmologist.
Langkah 2: Hari Operasi
Registrasi, persiapan mata, dan tindakan laser.
Operasi refraktif dilakukan sebagai tindakan rawat jalan dengan menggunakan obat tetes anestesi pada mata. Prosesnya biasanya memakan waktu kurang dari 30 menit untuk kedua mata, dan pasien dapat langsung pulang di hari yang sama. Anestesi diberikan melalui tetes mata sehingga prosedur terasa nyaman dan tidak menimbulkan nyeri.
Manfaat yang dapat dirasakan:
- Penglihatan lebih jelas tanpa bergantung pada kacamata atau lensa kontak
- Masa pemulihan relatif singkat dengan waktu istirahat minimal
- Dilakukan dalam pengaturan day-surgery yang praktis
Langkah 3: Pemulihan
Istirahat singkat dan mulai menggunakan obat tetes mata.
Langkah 4: Kunjungan Kontrol
Pemeriksaan lanjutan pada Hari ke-1, Minggu ke-1, dan Bulan ke-1.
Jadwal kunjungan dapat disesuaikan bagi pasien yang datang dari luar kota.
Di Ascend Eye Clinic, setiap tahap, mulai dari konsultasi hingga masa pemulihan, ditangani dengan penuh perhatian untuk memastikan pengalaman yang nyaman serta hasil penglihatan yang bertahan baik.
Proses Pemulihan dan Kontrol Setelah Tindakan
Masa pemulihan setelah koreksi penglihatan dengan laser dapat berbeda tergantung jenis prosedur yang dilakukan. Gambaran berikut memberikan perkiraan umum yang biasanya dialami pasien.
| Tahap | LASIK | SMILE | TransPRK |
|---|---|---|---|
| 1–2 hari pertama | Penglihatan membaik dengan cepat; mungkin terasa sedikit kering atau iritasi | Penglihatan mulai membaik; dapat muncul sedikit rasa tidak nyaman atau sensitif terhadap cahaya | Penglihatan masih buram dan mungkin terasa sedikit tidak nyaman |
| 1 minggu | Sebagian besar aktivitas sehari-hari sudah dapat dilakukan kembali | Penglihatan terus menjadi lebih stabil | Permukaan mata sudah pulih; penglihatan terus membaik |
| 1 bulan | Penglihatan sudah stabil bagi sebagian besar pasien | Penglihatan sudah stabil bagi sebagian besar pasien | Penglihatan menjadi lebih tajam dan lebih jelas |
| Kunjungan kontrol | 1–2 hari, 1 minggu, 1 bulan, lalu sesuai anjuran dokter | 1–2 hari, 1 minggu, 1 bulan, 2 bulan | 1–2 hari, 1 minggu, 2 minggu, 1 bulan, 2 bulan, terkadang 3–6 bulan |
Namun, jadwal pemulihan dan kontrol dapat bervariasi sesuai proses penyembuhan masing-masing mata serta hasil evaluasi dokter.
Tentang Dr Errol Chan
Dr Errol Chan adalah Medical Director dan Senior Consultant Ophthalmologist di Ascend Eye Clinic, Singapura. Dengan pengalaman klinis dan bedah lebih dari 18 tahun serta lebih dari 10.000 prosedur mata yang telah dilakukan, beliau memberikan perawatan menyeluruh bagi pasien yang mencari penanganan untuk berbagai kondisi mata, baik yang kompleks maupun yang umum, termasuk melakukan operasi refraktif bagi pasien yang ingin mengurangi ketergantungan pada kacamata.
Dr Chan melakukan berbagai prosedur refraktif, termasuk koreksi penglihatan dengan laser seperti LASIK, transPRK, dan SMILE, serta implantable collamer lens (ICL), untuk membantu pasien mencapai tujuan penglihatan dan gaya hidup yang mereka inginkan.
Dr Chan memperoleh gelar kedokteran (MBBS) dari National University of Singapore dan menyelesaikan pelatihan spesialis Oftalmologi di National University Hospital, Singapura. Beliau juga memperoleh akreditasi spesialis Oftalmologi dari Royal Colleges di Edinburgh, Glasgow, London, dan Kanada, serta dari Academy of Medicine, Singapore.
Dr Chan menjalani pelatihan fellowship internasional di McGill University, Kanada, serta di Moorfields Eye Hospital London di Inggris. Selain itu, beliau juga memperdalam minatnya dalam bedah refraktif di Optegra Eye Hospital London, Inggris.
Beliau merupakan pembicara internasional, telah menerbitkan lebih dari 40 artikel di jurnal ilmiah internasional yang ditinjau sejawat, menerima berbagai penghargaan internasional, serta aktif sebagai peneliti klinis dalam berbagai uji klinis yang mempelajari terapi baru untuk penyakit mata.
Dalam praktik klinisnya, Dr Chan menekankan presisi, efektivitas, keselamatan, serta perawatan yang berfokus pada pasien, dengan pendekatan yang teliti sejak konsultasi pertama, selama operasi, hingga masa tindak lanjut setelah tindakan. Memahami bahwa menjalani perawatan medis dapat menimbulkan kekhawatiran, Dr Chan menyediakan waktu yang cukup agar setiap pasien dapat memahami harapan mereka terhadap penglihatan serta pilihan perawatan yang tersedia.
Dr Chan juga secara rutin menangani pasien internasional, termasuk dari Indonesia, yang datang ke Singapura untuk evaluasi dan perawatan masalah penglihatan saat membaca. Konsultasi dan pilihan perawatan dijelaskan dengan jelas, dengan dukungan Bahasa Indonesia yang tersedia untuk membantu pasien memahami kesesuaian perawatan, harapan hasil, serta perencanaan penglihatan jangka panjang.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
1. Apakah koreksi penglihatan dengan laser terasa sakit?
Tidak. Prosedur ini tidak menimbulkan rasa sakit. Obat tetes anestesi digunakan selama tindakan, sehingga pasien biasanya hanya merasakan sedikit tekanan atau bahkan tidak ada rasa tidak nyaman sama sekali.
2. Kapan saya bisa kembali bekerja setelah tindakan?
Sebagian besar pasien dapat kembali bekerja dalam 1–2 hari setelah LASIK atau SMILE. Untuk TransPRK, biasanya dibutuhkan beberapa hari tambahan agar mata terasa lebih nyaman.
3. Apakah saya kandidat yang cocok untuk koreksi penglihatan dengan laser?
Minimal Anda berusia 18 tahun, memiliki ukuran kacamata yang stabil, dan kondisi mata yang sehat. Pemeriksaan mata menyeluruh diperlukan untuk menentukan pilihan yang paling sesuai.
4. Apakah hasilnya permanen?
Ya, hasilnya bertahan lama. Namun proses penuaan alami pada mata (misalnya presbiopia / mata tua) tetap dapat terjadi seiring waktu.
5. Apakah saya masih bisa memakai kacamata setelah LASIK?
Ya, masih memungkinkan. Kacamata tetap dapat digunakan jika diperlukan. Namun, lensa kontak lunak mungkin tidak selalu cocok untuk setiap pasien. Dalam kondisi tertentu, lensa Rigid Gas Permeable (RGP) dapat diresepkan bila diperlukan.
Pada beberapa kasus tertentu, prosedur laser enhancement juga dapat dipertimbangkan, tergantung pada kesesuaian masing-masing pasien.
6. Apakah ada efek samping atau risiko dari koreksi penglihatan dengan laser?
Efek samping yang umum termasuk mata kering, penglihatan buram, silau, atau melihat halo selama masa penyembuhan. Efek ini biasanya bersifat sementara dan akan membaik seiring waktu.
7. Apakah kedua mata bisa dikerjakan pada hari yang sama?
Ya. Kebanyakan pasien menjalani tindakan pada kedua mata di hari yang sama demi kenyamanan dan konsistensi hasil.
8. Apakah operasi mata laser SMILE aman?
Ya. SMILE merupakan prosedur koreksi penglihatan yang sudah banyak dilakukan di seluruh dunia dan menggunakan teknologi laser femtosecond yang presisi.
9. Apakah SMILE dapat mengoreksi mata silinder (astigmatisme)?
Ya. SMILE dapat memperbaiki rabun jauh sekaligus astigmatisme, tergantung kondisi kornea pasien.
10. Apakah ReLEx SMILE lebih baik daripada LASIK?
Tidak ada yang mutlak lebih baik. SMILE tidak membuat flap sehingga dapat mengurangi risiko mata kering, sementara LASIK biasanya memberikan pemulihan penglihatan yang lebih cepat.
11. Berapa lama waktu pemulihan untuk setiap jenis koreksi penglihatan dengan laser?
Waktu pemulihan dapat berbeda tergantung teknik yang digunakan:
- LASIK: Penglihatan jelas dalam 1–2 hari; dapat kembali beraktivitas dengan cepat
- SMILE: Penglihatan jelas dalam 1–3 hari; pemulihan relatif cepat
- TransPRK: 5–7 hari untuk penyembuhan awal; sekitar 2–3 minggu hingga penglihatan menjadi lebih stabil
12. Berapa lama saya perlu tinggal di Singapura untuk tindakan?
Sebagian besar pasien hanya perlu tinggal beberapa hari untuk konsultasi, tindakan, dan kontrol sebelum pulang ke negara asal.
13. Berapa biaya operasi mata laser LASIK atau SMILE di Singapura?
Biaya tindakan akan bergantung pada kondisi mata dan rencana perawatan yang direkomendasikan. Pemeriksaan mata yang menyeluruh diperlukan terlebih dahulu untuk memberikan perkiraan biaya yang lebih akurat.
14. Apakah LASIK, transPRK, atau SMILE dapat diklaim melalui asuransi rawat inap Indonesia?
Karena prosedur ini biasanya dilakukan untuk tujuan non-medis, umumnya tidak dapat diklaim melalui asuransi rawat inap. Namun, dalam beberapa kondisi tertentu dengan indikasi medis, prosedur ini mungkin dapat diklaim. Silakan hubungi kami dengan informasi medis Anda untuk mendapatkan penjelasan yang lebih spesifik.
Untuk informasi lebih lanjut atau menjadwalkan konsultasi, silakan hubungi kantor perwakilan Indonesia kami melalui WhatsApp. Kami siap membantu Anda.

