ICL: Solusi Penglihatan di Luar LASIK

Dr Errol Chan, MBBS, MMed(Ophth), MRCS(Edin), FRCS(Edin), FRCOphth, FRCS(Glasg), FRCS(Canada), FAMS
Dr Errol Chan, MBBS, MMed, MRCS, FRCS, FRCOphth, FRCS, FRCS, FAMS

Dr Errol Chan adalah Medical Director dan Dokter Spesialis Mata Senior di Ascend Eye Clinic, Singapura. Ia berpengalaman luas dalam bedah refraktif dan koreksi penglihatan dengan laser. Dr Chan menjalani pelatihan di berbagai pusat medis terkemuka di Singapura, Kanada, dan Inggris. Ia menangani berbagai prosedur refraktif, termasuk LASIK, SMILE, TransPRK, serta pemasangan Implantable Collamer Lens (ICL) untuk pasien dengan rabun jauh, rabun dekat, dan astigmatisme. Dr Chan juga menangani presbiopia (kesulitan melihat dekat karena usia) melalui bedah refraktif yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Hingga saat ini, ia telah melakukan lebih dari 10.000 operasi mata sepanjang karier profesionalnya.

Bagi sebagian orang, kacamata dan lensa kontak bukan hanya terasa tidak praktis, tetapi juga membatasi aktivitas. Hal ini terutama berlaku bagi mereka dengan miopia tinggi, kornea tipis, atau mata kering, di mana prosedur koreksi penglihatan dengan laser seperti LASIK mungkin tidak cocok.

Operasi Implantable Collamer Lens (ICL) menawarkan pendekatan alternatif untuk koreksi penglihatan. Pilihan ini semakin sering dipertimbangkan oleh pasien yang menginginkan penglihatan yang jelas sekaligus mempertahankan struktur alami kornea dengan menghindari prosedur laser pada kornea.

Di Ascend Eye Clinic di Singapura, Dr. Errol Chan melakukan operasi ICL berdasarkan evaluasi yang cermat serta pendekatan perawatan yang terstruktur. Filosofi Dr Chan dalam praktik bedah refraktif ini sangat relevan bagi pasien Indonesia yang mencari perawatan mata di luar negeri, di mana kejelasan informasi, keselamatan, dan kesinambungan perawatan menjadi pertimbangan penting.

Apa itu Implantable Collamer Lens (ICL)?

ICL adalah prosedur koreksi penglihatan di mana lensa yang tipis, fleksibel, dan biokompatibel ditanamkan di dalam mata. Lensa ini ditempatkan di belakang iris (bagian berwarna pada mata) dan di depan lensa alami mata. Fungsinya membantu sistem fokus alami mata sehingga penglihatan menjadi lebih jelas.

ICL digunakan untuk memperbaiki kelainan refraksi seperti rabun jauh (minus), silinder (astigmatisme), dan pada beberapa kondisi tertentu juga rabun dekat (plus). Lensa yang ditanam umumnya terbuat dari bahan collamer, yaitu material khusus yang menggabungkan kolagen dan polimer, sehingga dapat “menyatu” dengan baik dan nyaman di dalam mata.

Karena tidak melibatkan pengikisan atau perubahan bentuk kornea, ICL sering menjadi pilihan bagi pasien yang tidak cocok menjalani prosedur laser mata. Setelah terpasang, lensa ini tidak terlihat dari luar, posisinya stabil di dalam mata, dan tidak perlu perawatan harian seperti lensa kontak.

ICL dapat dianggap sebagai bentuk koreksi penglihatan tambahan. Berbeda dengan prosedur refraktif laser, prosedur ICL tidak mengangkat jaringan kornea, melainkan menempatkan lensa implan yang bekerja selaras dengan struktur alami mata untuk memberikan kualitas penglihatan yang sangat baik.

Bagaimana cara kerja ICL?

ICL merupakan alternatif modern dari kacamata dan lensa kontak. Bedanya, lensa ini tidak berada di permukaan mata, tetapi bekerja dari dalam mata sehingga koreksi penglihatan terasa lebih stabil dan konsisten.

  • Lensa terbuat dari bahan collamer yang biokompatibel, lembut, dan umumnya dapat ditoleransi dengan baik oleh mata.
  • Lensa ditempatkan di antara iris dan lensa alami mata, ibarat lensa kontak, tetapi posisinya di dalam mata, bukan di permukaan.
  • Setelah terpasang, lensa tidak terlihat dan biasanya tidak terasa. Bila diperlukan secara medis, lensa juga dapat dilepas kembali.
  • Prosedur dilakukan sebagai tindakan rawat jalan (day surgery), sekitar ±8 menit untuk tiap mata.
  • Jika di kemudian hari muncul katarak, lensa ICL dapat dilepas bersamaan dengan operasi katarak dan diganti dengan lensa intraokular (IOL).

Manfaat Operasi ICL

ICL memperbaiki cara cahaya difokuskan di dalam mata melalui lensa yang ditanamkan, tanpa mengubah bentuk kornea. Bagi pasien yang sesuai, prosedur ini dapat mengurangi ketergantungan pada kacamata atau lensa kontak serta memberikan beberapa manfaat klinis dan gaya hidup, termasuk:

  • Peningkatan kejernihan penglihatan: Meningkatkan kemampuan fokus mata sehingga penglihatan menjadi lebih jelas tanpa kacamata atau lensa kontak.
  • Mempertahankan struktur alami kornea: Memperbaiki penglihatan dengan menambahkan lensa di dalam mata tanpa membentuk ulang atau mengangkat jaringan kornea.
  • Pilihan yang dapat dilepas kembali (reversible): Lensa dapat dilepas atau diganti di masa depan jika secara klinis diperlukan.
  • Cocok untuk kornea tipis atau tidak normal: Sering dipertimbangkan ketika koreksi penglihatan dengan laser tidak direkomendasikan karena keterbatasan ketebalan kornea atau adanya kondisi keratokonus.
  • Cocok untuk miopia dan astigmatisme tinggi: Dapat mengoreksi kelainan refraksi tinggi, termasuk miopia antara -0.50D hingga -20.00D, hiperopia antara +0.50D hingga +10.00D, dan astigmatisme antara 0.50D hingga 6.00D.
  • Mendukung kualitas penglihatan malam: Banyak pasien melaporkan penglihatan malam yang baik, dengan kejadian halo dan starburst yang lebih rendah dibandingkan beberapa pasien koreksi penglihatan laser dengan miopia tinggi.
  • Perlindungan terhadap sinar UV: Lensa Collamer ICL memiliki sifat perlindungan UV untuk membantu melindungi mata dari sinar ultraviolet yang berbahaya.
  • Pemulihan penglihatan relatif cepat: Banyak pasien mulai merasakan peningkatan penglihatan segera setelah prosedur, dengan perawatan tindak lanjut untuk memantau proses pemulihan.

ICL vs LASIK vs SMILE – Perbandingan Sederhana

FiturICLLASIKSMILE
Cara kerjaMenambahkan lensa di dalam mataMembentuk ulang / mengikis kornea dengan laserMengambil sedikit jaringan kornea
Mengubah kornea?TidakYaYa
Bisa dikembalikan (reversibel)?YaTidakTidak
Cocok untuk minus tinggiYaTerbatasTerbatas
Cocok untuk kornea tipisYaBiasanya tidak cocokBiasanya tidak cocok
Risiko mata keringLebih rendahLebih tinggiSedang
Waktu pemulihanUmumnya beberapa hari1–2 hari1–2 hari
Fleksibilitas jangka panjangLensa bisa dilepas atau digantiPermanenPermanen
Visian ICLLASIKPRK
Kualitas PenglihatanPenglihatan tajam dan jelasYaYaYa
Prosedur rawat jalan 20–30 menitYaYaYa
Mengangkat jaringan korneaTidakYaYa
Berpotensi menyebabkan mata keringTidak, tidak memicu sindrom mata keringKadang terjadi, hingga sekitar 20% pasien dapat mengalami mata keringKadang terjadi
Fitur KeamananDapat dilepas atau dibalikYa, dapat dilepasTidak, tidak dapat dibalikTidak, tidak dapat dibalik
Fleksibilitas untuk prosedur di masa depanYa, dapat dilepasTerbatas jika diperlukan tindakan tambahan pada korneaTerbatas jika diperlukan tindakan tambahan pada kornea
Dapat digunakan pada kornea tipisYaTerbatasTerbatas
Perlindungan UVYaTidakTidak
Lensa biokompatibelYaTidak berlaku; berbasis laserTidak berlaku; berbasis laser
Riwayat penggunaan jangka panjangYaYaYa

Apakah Saya Cocok Menjalani ICL?

ICL cocok untuk banyak individu, termasuk mereka yang memiliki ukuran minus atau plus yang sangat tinggi, di mana operasi laser pada mata mungkin tidak disarankan karena terlalu banyak jaringan kornea yang perlu dibentuk. Resep kacamata yang tinggi biasanya berarti lensa kacamata menjadi lebih tebal dan berat, dan bagi sebagian orang, lensa kontak juga tidak selalu menjadi pilihan yang nyaman atau praktis.

ICL juga sering dipertimbangkan bagi individu dengan mata kering yang cukup berat, karena prosedur ini tidak mengubah bentuk kornea dan umumnya tidak memperburuk kondisi mata kering seperti yang dapat terjadi pada beberapa prosedur laser kornea.

Secara umum, ICL dapat menjadi pilihan bagi individu dengan profil berikut:

  • Usia: 21–60 tahun
  • Rabun jauh (miopia): ringan hingga berat (sekitar -0.50D hingga -20.00D)
  • Astigmatisme: sekitar 0.50D hingga 6.00D
  • Rabun dekat (hiperopia): ringan hingga berat (sekitar +0.50D hingga +10.00D)

ICL mungkin cocok untuk individu yang:

  • Menginginkan penglihatan yang lebih jelas, terutama pada malam hari atau dalam kondisi pencahayaan redup, dengan risiko silau dan halo yang lebih minimal. Keluhan ini terkadang lebih sering terjadi setelah prosedur laser pada kornea dibandingkan setelah ICL.

  • Lebih memilih untuk tidak mengubah atau menipiskan kornea secara permanen melalui prosedur laser. Dengan mempertahankan bentuk alami kornea, pilihan jenis lensa implan di dalam mata untuk operasi katarak di masa depan juga bisa tetap lebih luas.

ICL mungkin tidak cocok untuk individu yang memiliki:

  • Saluran pembuangan cairan mata yang sempit, karena pemasangan ICL dapat meningkatkan risiko tekanan bola mata menjadi tinggi

  • Kondisi kornea yang kurang sehat

  • Glaukoma atau tekanan bola mata yang sudah tinggi

  • Peradangan di dalam mata, seperti uveitis

  • Katarak tahap awal, di mana operasi katarak biasanya menjadi pilihan yang lebih tepat

  • Penyakit pada makula atau retina yang dapat membatasi hasil perbaikan penglihatan

ICL mungkin tidak cocok bagi individu yang tidak ingin menjalani prosedur di dalam mata untuk koreksi penglihatan, atau bagi mereka yang mengalami kesulitan untuk melakukan pemeriksaan kontrol tahunan guna memantau kesehatan mata dan kornea, tekanan bola mata, serta posisi lensa ICL di dalam mata demi memastikan keamanan.

Kesesuaian akhir tetap bergantung pada pemeriksaan mata yang menyeluruh. Di Ascend Eye Clinic, kami akan mengevaluasi kesehatan mata Anda secara saksama, mendiskusikan preferensi Anda terkait prosedur di dalam mata dibandingkan dengan koreksi penglihatan dengan laser (seperti LASIK, SMILE, atau TransPRK), serta membahas pilihan perawatan yang paling sesuai untuk Anda.

Pemeriksaan Sebelum Operasi ICL

Sebelum menjalani operasi ICL, pasien akan menjalani pemeriksaan mata yang menyeluruh untuk memastikan kecocokan sekaligus menentukan ukuran lensa yang paling tepat. Pemeriksaan ini biasanya meliputi:

  • Pengukuran kesehatan, ketebalan, dan kelengkungan kornea

  • Penilaian kedalaman bilik mata depan (anterior chamber)
  • Pemeriksaan tekanan bola mata
  • Pemeriksaan retina
  • Memastikan kestabilan ukuran minus/plus

Pengukuran yang rinci ini membantu memastikan ukuran lensa yang tepat dan penempatan yang aman, sehingga mendukung hasil penglihatan yang optimal serta keselamatan prosedur.
Kesesuaian akhir ditentukan berdasarkan pemeriksaan mata yang menyeluruh.

Di Ascend Eye Clinic, kami akan mengevaluasi kesehatan dan parameter mata Anda secara saksama serta memberikan saran mengenai pilihan koreksi penglihatan yang paling sesuai, baik ICL maupun berbagai jenis operasi laser pada kornea.

TransPRK

Pros

  • No flap and no incision are made
  • Suitable for patients with thinner corneas or irregular eye surfaces
  • Avoids flap-related considerations entirely

Cons

  • Vision improves more gradually over days to weeks
  • Discomfort is more noticeable during the first few days of healing
  • Requires closer follow-up early on while the eye surface heals

"Prosedur ICL menawarkan pilihan koreksi penglihatan bagi individu yang ingin memperbaiki penglihatan, tetapi tidak memenuhi syarat untuk menjalani operasi laser pada kornea. Teknologi ICL saat ini mendukung pendekatan koreksi penglihatan yang efektif, dapat dibalik, dan stabil bagi individu tersebut."

— Dr Errol Chan —
Direktur Medis & Dokter Spesialis Mata Konsultan Senior Ascend Eye Clinic, Singapura

Apa yang Terjadi Saat Operasi ICL?

Operasi ICL umumnya dilakukan sebagai tindakan rawat jalan (day surgery) dengan anestesi lokal dan obat penenang ringan, sehingga Anda bisa kembali ke hotel atau tempat menginap di hari yang sama. Prosedur ini biasanya berlangsung sekitar 20–30 menit (pada beberapa kasus bisa lebih cepat, sekitar 10–20 menit).

Selama prosedur, dokter akan membuat sayatan mikro kecil (sekitar 2–3 mm) pada kornea, lalu memasukkan lensa ICL dalam kondisi terlipat ke dalam mata. Setelah berada di dalam, lensa akan membuka perlahan dan diposisikan dengan hati-hati di antara iris dan lensa alami mata. Berbeda dengan banyak prosedur laser, ICL tidak mengangkat jaringan kornea, sehingga struktur alami kornea tetap terjaga dan pilihan terapi kornea di masa depan tetap terbuka bila suatu saat diperlukan.

Desain ICL sendiri terus disempurnakan sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 1990-an, dan secara global sudah lebih dari 3.000.000 lensa ICL ditanamkan. Banyak pasien dapat kembali beraktivitas dalam beberapa hari, tergantung proses pemulihan masing-masing serta anjuran dokter.

Masa Pemulihan dan Perawatan Setelah Tindakan

Setelah menjalani prosedur ICL, perawatan setelah tindakan sangat penting agar mata pulih dengan nyaman dan proses penyembuhan berjalan baik. Panduan waktu di bawah ini bisa menjadi gambaran umum mengenai apa yang biasanya boleh dan sebaiknya dihindari pada setiap tahap. Namun, tetap ikuti anjuran dokter Anda, terutama bila jadwal pemulihan perlu disesuaikan dengan kondisi mata masing-masing.

Perawatan Setelah Operasi ICL

Gunakan panduan waktu berikut sebagai gambaran singkat mengenai apa yang boleh dilakukan dan sebaiknya dihindari selama masa pemulihan mata.

24 JAM PERTAMA

Istirahatkan mata, batasi penggunaan layar, dan hindari membaca.

SETELAH 24 - 48 JAM

Dapat kembali mengemudi atau bekerja setelah penglihatan stabil.

SETELAH 3 HARI

Boleh olahraga ringan. Hindari gym, angkat beban berat, atau gerakan menunduk terlalu rendah.

SETELAH 5 HARI

Anda dapat menggunakan riasan mata, dengan berhati-hati agar tidak menyebabkan iritasi.

1 MINGGU

Hindari kontak langsung mata dengan air keran.

1 MINGGU

Gunakan pelindung mata saat tidur untuk mencegah mata tergosok tanpa sengaja.

1 - 2 MINGGU

Dapat kembali melakukan olahraga secara penuh.

2 MINGGU

Hindari berenang dan sauna terlebih dahulu.

Apa yang Tidak Dapat Dikoreksi oleh ICL

Walaupun ICL efektif memperbaiki kelainan refraksi seperti rabun jauh (minus), silinder (astigmatisme), dan pada kondisi tertentu rabun dekat (plus), prosedur ini tidak mencegah penurunan kemampuan membaca akibat penuaan (presbiopia). Karena itu, sebagian orang mungkin akan tetap membutuhkan kacamata baca saat usia bertambah.

ICL juga tidak menghentikan perubahan alami pada penglihatan seiring waktu. Itulah sebabnya ukuran kacamata yang stabil sebelum tindakan serta kontrol rutin setelah prosedur tetap penting untuk menjaga kesehatan dan kualitas penglihatan jangka panjang.

Risiko dan Hal yang Perlu Dipertimbangkan

Seperti halnya operasi mata lainnya, prosedur ICL juga memiliki potensi risiko, termasuk infeksi, peradangan, peningkatan tekanan bola mata, perubahan degeneratif pada kornea, atau komplikasi yang berkaitan dengan lensa. Pemilihan pasien yang tepat, pengukuran yang akurat, serta pemantauan setelah operasi yang cermat membantu meminimalkan risiko tersebut.

Di Ascend Eye Clinic, kami akan membahas kesesuaian serta berbagai pertimbangan selama konsultasi Anda, untuk memastikan bahwa implan ICL sesuai dengan kondisi mata Anda dan bahwa Anda merasa nyaman untuk menjalani prosedur ini sebagai pilihan koreksi penglihatan.

Perawatan Jangka Panjang Setelah ICL

Pemeriksaan mata secara berkala dianjurkan setelah operasi ICL untuk memantau posisi lensa, tekanan bola mata, kesehatan kornea, serta kondisi mata secara keseluruhan. Tindak lanjut yang berkelanjutan membantu menjaga penglihatan tetap stabil dan memastikan keamanan jangka panjang dari implan ICL di mata Anda.

About Dr Errol Chan

Dr Errol Chan adalah Medical Director dan Senior Consultant Ophthalmologist di Ascend Eye Clinic, Singapura. Dengan pengalaman klinis dan bedah lebih dari 18 tahun serta lebih dari 10.000 prosedur mata yang telah dilakukan, beliau memberikan perawatan menyeluruh bagi pasien yang mencari penanganan untuk berbagai kondisi mata, baik yang kompleks maupun yang umum, termasuk melakukan operasi refraktif bagi pasien yang ingin mengurangi ketergantungan pada kacamata.

Dr Chan melakukan berbagai prosedur refraktif, termasuk koreksi penglihatan dengan laser seperti LASIK, transPRK, dan SMILE, serta implantable collamer lens (ICL), untuk membantu pasien mencapai tujuan penglihatan dan gaya hidup yang mereka inginkan.

Dr Chan memperoleh gelar kedokteran (MBBS) dari National University of Singapore dan menyelesaikan pelatihan spesialis Oftalmologi di National University Hospital, Singapura. Beliau juga memperoleh akreditasi spesialis Oftalmologi dari Royal Colleges di Edinburgh, Glasgow, London, dan Kanada, serta dari Academy of Medicine, Singapore.

Dr Chan menjalani pelatihan fellowship internasional di McGill University, Kanada, serta di Moorfields Eye Hospital London di Inggris. Selain itu, beliau juga memperdalam minatnya dalam bedah refraktif di Optegra Eye Hospital London, Inggris.

Beliau merupakan pembicara internasional, telah menerbitkan lebih dari 40 artikel di jurnal ilmiah internasional yang ditinjau sejawat, menerima berbagai penghargaan internasional, serta aktif sebagai peneliti klinis dalam berbagai uji klinis yang mempelajari terapi baru untuk penyakit mata.

Dalam praktik klinis bedah refraktifnya, Dr Chan menekankan presisi, efektivitas, keselamatan, serta perawatan yang berfokus pada pasien, dengan pendekatan yang teliti sejak konsultasi pertama, selama operasi, hingga masa tindak lanjut setelah tindakan. Memahami bahwa menjalani perawatan medis dapat menimbulkan kekhawatiran, Dr Chan menyediakan waktu yang cukup agar setiap pasien dapat memahami harapan mereka terhadap penglihatan serta pilihan perawatan yang tersedia.

Dr Chan juga secara rutin menangani pasien internasional, termasuk dari Indonesia, yang datang ke Singapura untuk evaluasi dan perawatan masalah penglihatan saat membaca. Konsultasi dan pilihan perawatan dijelaskan dengan jelas, dengan dukungan Bahasa Indonesia yang tersedia untuk membantu pasien memahami kesesuaian perawatan, harapan hasil, serta perencanaan penglihatan jangka panjang.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

1. Apa saja fakta penting tentang ICL?

Prosedur ICL melibatkan pemasangan lensa implan yang biokompatibel di dalam mata, tanpa mengubah bentuk kornea.

ICL sering dipertimbangkan untuk pasien dengan minus tinggi, kornea tipis, atau mata kering, serta bagi mereka yang tidak cocok menjalani operasi laser mata.

Sebagian besar pasien dengan kelainan refraksi miopia dan astigmatisme dapat menjadi kandidat untuk prosedur ICL. Secara umum, kriteria kesesuaian meliputi:

  • Berusia antara 21 hingga 45 tahun
  • Memiliki miopia (rabun jauh), dengan atau tanpa astigmatisme
    Ingin mengurangi ketergantungan pada kacamata atau lensa kontak
  • Resep kacamata stabil setidaknya selama 12 bulan
  • Tidak sedang hamil atau menyusui pada saat pemeriksaan
  • Tidak memiliki riwayat operasi mata sebelumnya atau kondisi mata maupun kondisi medis tertentu

Sebelum prosedur dimulai, obat tetes mata anestesi digunakan untuk memastikan mata tetap nyaman. Sebagian besar pasien tidak merasakan nyeri, meskipun mungkin ada sedikit sensasi tekanan selama prosedur.

EVO ICL dapat direkomendasikan untuk pasien tertentu, terutama mereka yang memiliki kelainan refraksi yang lebih tinggi. Prosedur yang paling sesuai akan bergantung pada kondisi kesehatan mata dan kebutuhan penglihatan Anda, yang akan dinilai oleh dokter spesialis mata.

Jika Anda menjalani operasi ICL saat berusia 20-an atau 30-an, biasanya penglihatan yang dikoreksi adalah penglihatan jarak jauh. Karena itu, ketika Anda memasuki usia 40-an atau 50-an, Anda mungkin mulai mengalami kesulitan membaca akibat perubahan penglihatan terkait usia (presbiopia).

Pada tahap ini, sebagian orang biasanya tetap memerlukan kacamata baca, umumnya mulai dari usia pertengahan 40-an. Namun, ada juga pilihan lain, yaitu dengan mengganti lensa ICL yang ada pada salah satu mata dengan ICL yang memiliki kekuatan sedikit berbeda sehingga mata tersebut dikoreksi untuk penglihatan jarak dekat. Dengan cara ini, Anda dapat membaca tanpa perlu menggunakan kacamata.

Tidak. Lensa ICL berada di belakang iris sehingga tidak terlihat dan biasanya tidak terasa setelah terpasang.

ICL memperbaiki ukuran minus/plus yang ada saat ini, tetapi tidak menghentikan perubahan alami penglihatan seiring waktu. Karena itu, ukuran kacamata yang stabil sebelum operasi membantu mengurangi kemungkinan perubahan di masa depan.

ICL dirancang sebagai solusi koreksi penglihatan jangka panjang. Lensa dapat tetap berada di dalam mata dalam waktu lama dan tidak rusak seiring waktu. Namun berbeda dengan laser, ICL bersifat reversibel, bila kondisi mata berubah di kemudian hari (misalnya muncul katarak, perubahan ukuran minus/plus, atau alasan medis lain), lensa dapat dilepas atau diganti dengan aman oleh dokter.

Prosedur untuk kedua mata biasanya memerlukan waktu sekitar 20–25 menit dan dilakukan sebagai tindakan rawat jalan (day procedure).

Sebagian besar pasien perlu merencanakan 3–5 hari di Singapura, yang mencakup waktu untuk konsultasi, operasi, dan setidaknya satu pemeriksaan setelah tindakan sebelum kembali pulang. Lama waktu tinggal dapat berbeda pada setiap pasien, tergantung pada perkembangan pemulihan dan kondisi mata masing-masing.

Ya. Tersedia layanan pendampingan pasien Indonesia, termasuk bantuan berbahasa Indonesia untuk pengaturan jadwal dan koordinasi perawatan.

Anda dapat membuat janji dengan menghubungi tim patient assistance melalui WhatsApp. Tim akan membantu mengatur jadwal konsultasi Anda.

Untuk informasi lebih lanjut atau membuat janji konsultasi, silakan hubungi kantor perwakilan Indonesia kami melalui WhatsApp. Tim kami siap membantu Anda.

Bagikan Artikel Ini:

Facebook
LinkedIn
X

Artikel Lainnya