Pengobatan Pterigium

Dr Errol Chan, MBBS, MMed(Ophth), MRCS(Edin), FRCS(Edin), FRCOphth, FRCS(Glasg), FRCS(Canada), FAMS
Dr Errol Chan, MBBS, MMed, MRCS, FRCS, FRCOphth, FRCS, FRCS, FAMS

Dr Errol Chan adalah Medical Director dan Dokter Spesialis Mata Senior di Ascend Eye Clinic, Singapura. Ia berpengalaman luas dalam bedah refraktif dan koreksi penglihatan dengan laser. Dr Chan menjalani pelatihan di berbagai pusat medis terkemuka di Singapura, Kanada, dan Inggris. Ia menangani berbagai prosedur refraktif, termasuk LASIK, SMILE, TransPRK, serta pemasangan Implantable Collamer Lens (ICL) untuk pasien dengan rabun jauh, rabun dekat, dan astigmatisme. Dr Chan juga menangani presbiopia (kesulitan melihat dekat karena usia) melalui bedah refraktif yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Hingga saat ini, ia telah melakukan lebih dari 10.000 operasi mata sepanjang karier profesionalnya.

Pterigium, sering disebut juga surfer’s eye, adalah pertumbuhan jaringan jinak  pada bagian putih bola mata yang secara perlahan dapat meluas hingga menutupi kornea. Kondisi ini lebih sering terjadi pada orang yang banyak beraktivitas di luar ruangan, terutama di lingkungan yang terpapar sinar matahari, angin, atau debu dalam jangka waktu lama.

Meskipun pterigium bukan kanker, kondisi ini dapat bertambah besar seiring waktu dan memengaruhi kenyamanan serta tampilan mata, dan pada beberapa kasus juga dapat mengganggu penglihatan. Deteksi dini dan penanganan yang tepat waktu dapat membantu menjaga kesehatan mata Anda serta mengurangi risiko timbulnya masalah yang lebih kronis akibat pterigium.

Apa Penyebab Pterigium?

Pterigium sangat berkaitan dengan paparan jangka panjang terhadap sinar ultraviolet (UV). Selain itu, beberapa faktor lingkungan lain juga dapat berperan, antara lain:

  • Sering terpapar sinar matahari langsung
  • Angin dan debu
  • Lingkungan kerja yang kering atau di luar ruangan

Faktor-faktor tersebut dapat menyebabkan iritasi berulang pada permukaan mata dan memicu pertumbuhan jaringan yang tidak normal. Orang yang banyak beraktivitas di luar ruangan tanpa perlindungan mata yang memadai memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami pterigium.

Apa Saja Gejala Pterigium?

Pterigium dapat menimbulkan beberapa keluhan, antara lain:

  • Mata merah atau iritasi yang terus-menerus
  • Mata kering atau terasa seperti berpasir
  • Air mata berlebih atau sensitif terhadap cahaya
  • Pertumbuhan jaringan yang terlihat pada bagian putih bola mata
  • Penglihatan kabur atau terdistorsi jika pterigium meluas ke kornea dan menyebabkan astigmatisme kornea meningkat

Seberapa Serius Pterigium?

Pterigium sering kali muncul secara perlahan, dimulai dengan kemerahan atau iritasi ringan pada mata sehingga banyak orang tidak langsung menyadarinya. Seiring waktu, jaringan ini dapat bertambah besar dan mulai memengaruhi kenyamanan sehari-hari, menyebabkan mata kering, sensasi seperti berpasir, atau kemerahan yang sering muncul. Jika terus berkembang, pterigium dapat memanjang hingga menutupi kornea, meningkatkan astigmatisme, dan mengganggu kejernihan penglihatan.

Pemeriksaan sejak dini membantu mendeteksi perubahan lebih cepat dan memungkinkan penanganan yang tepat waktu. Hal ini dapat membantu menjaga kenyamanan mata dan kualitas penglihatan dalam jangka panjang, sehingga Anda tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.

Pilihan Penanganan Pterigium

Penanganan pterigium tergantung pada ukuran pertumbuhan dan seberapa besar pengaruhnya terhadap kenyamanan atau penglihatan mata. Dokter mata akan menyarankan pendekatan yang paling sesuai berdasarkan perkembangan kondisi dan dampaknya pada aktivitas sehari-hari.

  • Observasi
    Pterigium yang kecil dan stabil dapat dipantau melalui pemeriksaan rutin. Tetes mata pelumas dan salep mata dapat membantu menjaga lapisan air mata tetap baik sehingga mengurangi iritasi, tetapi tidak dapat menghilangkan pertumbuhan pterigium. Penggunaan kacamata hitam dengan perlindungan UV yang sesuai juga penting untuk membantu mencegah pterigium berkembang lebih lanjut.
  • Pengobatan Medis
    Jika pterigium sering menimbulkan peradangan dan kemerahan berulang, dokter dapat meresepkan obat tetes mata steroid untuk membantu mengurangi kondisi tersebut.
  • Operasi

    Jika pterigium terus membesar, menyebabkan ketidaknyamanan atau kemerahan yang menetap, atau mulai memengaruhi penglihatan, operasi pengangkatan pterigium menjadi penanganan yang definitif dan merupakan standar perawatan. Tujuannya adalah melindungi kornea, memulihkan permukaan mata, serta mengurangi risiko masalah penglihatan jangka panjang.

“Penanganan pterigium yang efektif bergantung pada teknik bedah yang teliti dan pengelolaan jaringan yang tepat. Penggunaan cangkok konjungtiva sangat penting untuk mencegah kambuhnya pterigium. Proses pengangkatan dan rekonstruksi yang hati-hati membantu mengurangi risiko kekambuhan sekaligus mengembalikan kenyamanan dan kejernihan mata.”

— Dr Errol Chan —
Direktur Medis & Dokter Spesialis Mata Konsultan Senior
Ascend Eye Clinic, Singapura

Manfaat Operasi Pterigium

Operasi pterigium dilakukan untuk melindungi permukaan mata dan menjaga kenyamanan penglihatan ketika pertumbuhan jaringan sudah memengaruhi kornea atau menyebabkan iritasi yang berkelanjutan. Manfaat potensial dari operasi ini meliputi:

  • Penglihatan Lebih Jelas
    Operasi mengangkat jaringan pterigium yang dapat memengaruhi kornea atau mengganggu penglihatan, sehingga membantu memberikan penglihatan yang lebih jelas dan stabil pada pasien yang sesuai.
  • Mengurangi Ketidaknyamanan
    Pengangkatan pterigium dapat membantu meredakan iritasi yang terus-menerus, kemerahan pada mata, atau sensasi tidak nyaman seperti terasa berpasir atau tergores yang disebabkan oleh pertumbuhan jaringan tersebut.
  • Risiko Kekambuhan Lebih Rendah
    Teknik operasi modern seperti conjunctival autografting menggunakan jaringan sehat dari mata untuk menutup area yang telah diangkat. Pendekatan ini banyak digunakan untuk membantu mengurangi kemungkinan pterigium muncul kembali, meskipun risiko kekambuhan dapat berbeda pada setiap individu.

Ketika pterigium menjadi merah dan iritasi, obat tetes mata atau salep mata dapat digunakan untuk membantu meredakan peradangan. Namun, pengobatan ini tidak dapat menghentikan pertumbuhannya. Jika pterigium bertambah besar dan mulai mengancam penglihatan, biasanya disarankan untuk menjalani operasi pengangkatan. Sebagai bagian dari prosedur ini, sepotong jaringan tipis dan transparan yang disebut konjungtiva akan digunakan untuk menutup area tempat pterigium diangkat. Kemungkinan pterigium tumbuh kembali setelah diangkat relatif rendah. Meskipun jarang terjadi, pterigium dapat muncul kembali, dan hal ini lebih sering terjadi pada orang yang lebih muda yang sering terpapar sinar UV dari matahari.

Bagaimana Prosedur Operasi Pterigium?

Operasi pterigium dilakukan sebagai tindakan rawat jalan dengan anestesi lokal, sehingga mata akan dibuat mati rasa dan pasien umumnya tidak merasakan nyeri selama operasi.

Prosedurnya meliputi:

  1. Pengangkatan jaringan pterigium yang abnormal diangkat dengan hati-hati dari kornea dan permukaan mata.
  2. Pengambilan conjunctival autograft – sepotong kecil jaringan sehat dari konjungtiva (lapisan tipis yang menutupi bagian putih mata) diambil, kemudian ditempatkan dengan hati-hati pada area yang sebelumnya ditumbuhi pterigium untuk membantu proses penyembuhan. Cangkok jaringan ini dipasang menggunakan lem biologis tanpa jahitan.
  3. Pemasangan cangkok jaringan – cangkok jaringan tersebut kemudian dipasang dengan menggunakan lem bedah.

Penggunaan conjunctival autograft dapat secara signifikan mengurangi kemungkinan pterigium muncul kembali di kemudian hari.

Prosedur ini memerlukan ketelitian bedah mikro dan alat khusus karena permukaan mata sangat sensitif. Operasi biasanya berlangsung sekitar 20–40 menit, tergantung pada ukuran, jumlah, dan posisi pterigium. Berkat anestesi lokal dan obat penenang yang diberikan, pasien umumnya tidak merasakan nyeri selama prosedur berlangsung.

Pemulihan & Perawatan

Selama masa pemulihan, kemerahan pada mata dan sensasi sedikit seperti berpasir sering kali dapat terjadi. Gejala ini biasanya akan membaik secara bertahap dalam minggu pertama dan kemudian menghilang sepenuhnya. Penggunaan obat tetes mata diperlukan selama sekitar 4–6 minggu setelah operasi pterigium untuk membantu proses penyembuhan yang optimal.

Gunakan panduan waktu berikut sebagai gambaran umum mengenai hal-hal yang boleh dilakukan dan yang sebaiknya dihindari selama mata Anda pulih setelah operasi pterigium. Di Ascend Eye Clinic, kami juga akan memberikan saran yang dipersonalisasi sesuai dengan proses pemulihan Anda.

Panduan Pasca Operasi Pterigium

Gunakan panduan waktu berikut untuk mengetahui apa yang perlu dilakukan dan dihindari selama masa pemulihan.

24 JAM PERTAMA

Gunakan penutup mata dan pelindung mata, istirahatkan mata, batasi penggunaan layar, dan hindari membaca.

SETELAH 1-2 HARI

Dapat kembali mengemudi, menggunakan ponsel, atau bekerja dengan komputer setelah mata terasa lebih nyaman. Penutup mata dapat dilepas.

SELAMA 1 MINGGU

Hindari olahraga ringan maupun berat serta mengangkat beban. Anda dapat melakukan perjalanan udara setelah mendapat izin dari dokter. Gunakan pelindung mata saat tidur malam untuk mencegah mata tergosok tanpa sengaja.

1 MINGGU

Dapat kembali melakukan olahraga ringan.

2 MINGGU

Gunakan kacamata hitam untuk menghindari paparan sinar UV yang berlebihan. Hindari kontak langsung mata dengan air keran. Hindari penggunaan riasan mata dan menggosok mata.

SETELAH 2 MINGGU

Dapat kembali melakukan olahraga berat.

4 MINGGU

Batasi paparan terhadap debu, asap, pasir, serbuk sari, dan angin.

SETELAH 4 - 6 MINGGU

Dapat kembali berenang dan menggunakan sauna, tergantung pada proses penyembuhan masing-masing individu.

Tentang Dr Errol Chan

Dr Errol Chan adalah Medical Director dan Senior Consultant Ophthalmologist di Ascend Eye Clinic, Singapura. Dengan pengalaman klinis dan bedah lebih dari 18 tahun serta lebih dari 10.000 prosedur mata yang telah dilakukan, beliau memberikan perawatan menyeluruh bagi pasien yang mencari penanganan untuk berbagai kondisi mata, baik yang kompleks maupun yang umum, termasuk melakukan operasi pterigium.

Dalam penanganan pterigium, Dr Chan memiliki keahlian klinis dalam menangani berbagai kasus pterigium, baik yang rutin maupun yang kompleks, termasuk pterigium yang kambuh setelah operasi sebelumnya, beberapa pterigium dalam satu mata, pterigium yang kompleks, atau kasus dengan tantangan dalam pengambilan jaringan cangkok. Dr Chan menggunakan teknik tanpa jahitan untuk memasang jaringan cangkok, yang bertujuan meningkatkan kenyamanan dan mendukung proses penyembuhan yang lebih baik.

Dr Chan memperoleh gelar kedokteran (MBBS) dari National University of Singapore dan menyelesaikan pelatihan spesialis Oftalmologi di National University Hospital, Singapura. Beliau juga memperoleh akreditasi spesialis Oftalmologi dari Royal Colleges di Edinburgh, Glasgow, London, dan Kanada, serta dari Academy of Medicine, Singapore.

Dr Chan menjalani pelatihan fellowship internasional di McGill University, Kanada, serta di Moorfields Eye Hospital London di Inggris. Beliau juga memperdalam minatnya dalam bedah refraktif di Optegra Eye Hospital London, Inggris.

Beliau merupakan pembicara internasional, telah menerbitkan lebih dari 40 artikel di jurnal ilmiah internasional yang ditinjau sejawat, menerima berbagai penghargaan internasional, serta aktif sebagai peneliti klinis dalam berbagai uji klinis yang mempelajari terapi baru untuk penyakit mata.

Dalam praktik klinisnya, Dr Chan menekankan presisi, efektivitas, keselamatan, serta perawatan yang berfokus pada pasien, dengan pendekatan yang teliti sejak konsultasi pertama, selama operasi, hingga masa tindak lanjut setelah tindakan. Memahami bahwa menjalani perawatan medis dapat menimbulkan kekhawatiran, Dr Chan menyediakan waktu yang cukup agar setiap pasien dapat memahami harapan mereka terhadap penglihatan serta pilihan perawatan yang tersedia.

Dr Chan juga secara rutin menangani pasien internasional, termasuk dari Indonesia, yang datang ke Singapura untuk evaluasi dan perawatan masalah penglihatan saat membaca. Konsultasi dan pilihan perawatan dijelaskan dengan jelas, dengan dukungan Bahasa Indonesia yang tersedia untuk membantu pasien memahami kesesuaian perawatan, harapan hasil, serta perencanaan penglihatan jangka panjang.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

1. Apakah operasi pterigium menyakitkan?

Prosedur dilakukan dengan anestesi lokal, sehingga Anda tidak akan merasakan nyeri selama operasi. Sensasi ringan seperti ketidaknyamanan, kemerahan, atau mata terasa berpasir mungkin terjadi selama pemulihan, namun biasanya membaik
dengan tetes mata dan perawatan pasca operasi.

Operasi pterigium biasanya berlangsung sekitar 20 hingga 40 menit, tergantung pada ukuran dan tingkat kompleksitas pertumbuhan pterigium.

Operasi pterigium hanya mengangkat pertumbuhan jaringan dan tidak memperbaiki kerusakan refraksi. Anda mungkin masih membutuhkan kacamata sesuai kondisi awal mata Anda.

Teknik bedah modern, termasuk cangkok konjungtiva, digunakan untuk mengurangi risiko kambuh. Namun, pterigium tetap bisa tumbuh kembali, terutama jika mata terus terpapar sinar matahari atau faktor lingkungan. Kontrol rutin dan perlindungan mata penting untuk perawatan jangka panjang.

Ya, Anda biasanya sudah dapat mengemudi sekitar 1–2 hari setelah operasi, tergantung pada proses pemulihan dan tingkat kenyamanan Anda. Anda juga akan diperiksa terlebih dahulu di klinik dan dinyatakan aman sebelum diizinkan untuk mengemudi. Pada hari operasi, kami menyarankan agar Anda tidak mengemudi setelah prosedur. Sebaiknya datang bersama seseorang yang dapat membantu mengatur transportasi Anda untuk pulang.

Sebagian besar pasien dapat kembali melakukan aktivitas ringan dalam beberapa hari, sementara penyembuhan total biasanya memerlukan beberapa minggu. Jadwal kontrol akan diberikan oleh klinik.

Kami menyarankan agar Anda menggunakan obat tetes mata yang telah diresepkan dan menghindari menggosok mata. Kami juga menyarankan agar Anda menghadiri kunjungan kontrol setelah operasi, yang biasanya dijadwalkan sekitar 1 hari, 1–2 minggu, dan sekitar 4 minggu setelah prosedur. Jadwal kunjungan kontrol ini juga dapat disesuaikan dengan rencana perjalanan Anda.

Pasien biasanya dapat melakukan perjalanan dalam 2 hingga 3 hari setelah operasi, setelah kondisi mata lebih stabil. Saat kunjungan konsultasi, kami akan memberikan saran berdasarkan perkembangan proses pemulihan Anda.

Hubungi tim Bahasa Indonesia via WhatsApp untuk mendapatkan jadwal dan memastikan slot konsultasi Anda.

Ya. Bantuan Bahasa Indonesia tersedia untuk membantu pertanyaan, penjadwalan konsultasi, dan koordinasi perawatan di Singapura.

Untuk informasi lebih lanjut atau membuat janji konsultasi, silakan hubungi kantor perwakilan Indonesia kami.

Bagikan Artikel Ini:

Facebook
LinkedIn
X

Artikel Lainnya