Jika garis lurus mulai terlihat bergelombang, tulisan terasa makin sulit dibaca, atau bagian tengah penglihatan tampak buram maupun terdistorsi, ini bisa menjadi tanda adanya gangguan pada retina yang sebaiknya tidak diabaikan. Dengan diagnosis yang tepat dan penanganan yang dilakukan sedini mungkin, termasuk operasi retina bila diperlukan, banyak pasien tetap bisa mempertahankan bahkan memperbaiki kualitas penglihatannya.
Dr Errol Chan, dokter spesialis dan ahli bedah retina berpengalaman di Singapura, memberikan penanganan bedah khusus bagi pasien dengan lubang makula dan membran epiretinal untuk membantu memulihkan serta meningkatkan kualitas penglihatan mereka.
Apa Itu Lubang Makula?
Lubang makula adalah celah kecil yang terbentuk pada makula, bagian tengah retina yang berperan penting untuk penglihatan tajam dan detail. Kondisi ini paling sering terjadi akibat proses penuaan, ketika gel vitreus (vitreous gel) di dalam mata menyusut lalu tertarik lepas dari retina. Tarikan inilah yang kemudian dapat membentuk lubang pada makula.
Gejala Lubang Makula
Pasien dengan lubang makula dapat mengalami:
- Penglihatan bagian tengah menjadi buram atau menurun
- Distorsi penglihatan, di mana garis lurus terlihat bengkok atau bergelombang
- Muncul bayangan gelap atau area kosong di tengah penglihatan
- Semakin sulit membaca atau melakukan aktivitas yang membutuhkan penglihatan detail
- Kesulitan Menilai Jarak dengan Kedua Mata
Jika tidak ditangani, penglihatan akan semakin memburuk.
Faktor Risiko Lubang Makula
Lubang makula paling sering berkaitan dengan proses penuaan, karena perubahan pada gel vitreus dapat menarik makula secara perlahan seiring waktu. Beberapa faktor berikut dapat meningkatkan risikonya:
- Usia yang semakin bertambah
- Perempuan
- Rabun jauh / minus tinggi
- Riwayat cedera atau trauma pada mata
- Peradangan pada mata, seperti uveitis
- Pernah menjalani operasi mata sebelumnya
- Kebocoran Kronis pada Makula (mis. akibat degenerasi makula basah)
Bila Anda memiliki faktor risiko di atas dan mulai merasakan penglihatan tengah yang buram atau terdistorsi, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan. Penanganan yang tepat waktu dapat membantu menjaga fungsi penglihatan.
Apa Itu Membran Epiretina?
Membran Epiretina (Epiretinal Membrane) adalah lapisan tipis menyerupai jaringan parut yang terbentuk di permukaan makula. Saat lapisan ini mengencang, makula bisa tertarik atau berkerut, sehingga gambar yang terlihat menjadi berubah atau terdistorsi.
Gejala Membran Epiretina
Gejala yang umum dirasakan antara lain:
- Penglihatan bagian tengah buram
- Penglihatan terdistorsi, objek terlihat bengkok atau berubah bentuk
- Sulit membaca atau mengenali wajah
- Penglihatan terasa “tidak fokus” meskipun sudah memakai kacamata
- Kesulitan Menilai Jarak dengan Kedua Mata
Awalnya keluhan terasa ringan, namun semakin lama semakin bertambah.
“Penanganan kondisi retina seperti lubang makula dan membran epiretina sangat terbantu oleh teknologi pencitraan retina yang canggih serta teknik bedah mikro yang presisi. Dengan dukungan tersebut, pasien dengan macular hole atau epiretinal membrane memiliki peluang untuk mendapatkan perbaikan penglihatan yang signifikan, sehingga aktivitas sehari-hari pun dapat kembali berjalan dengan lebih nyaman dan optimal.”
— Dr Errol Chan —
Direktur Medis & Dokter Spesialis Mata Konsultan Senior
Ascend Eye Clinic, Singapura
Pilihan Penanganan
Penanganan akan disesuaikan dengan seberapa besar kondisi tersebut memengaruhi penglihatan dan aktivitas sehari-hari Anda. Baik lubang makula maupun membran epiretinal akan ditangani berdasarkan tingkat keparahan gejala, perkembangan kondisi, serta hasil pemeriksaan detail melalui pemindaian retina. Jika gangguan penglihatan mulai mengganggu aktivitas seperti membaca, menyetir, menggunakan ponsel atau komputer, serta kegiatan sosial atau pekerjaan sehari-hari, maka operasi retina biasanya menjadi pilihan terapi yang paling efektif.
Lubang Makula
Pada kasus lubang makula, operasi umumnya dianjurkan setelah diagnosis ditentukan, karena kondisi ini jarang menutup sendiri dan penglihatan tengah cenderung semakin menurun seiring waktu. Terapi standar adalah vitrektomi dengan pengelupasan internal limiting membrane (ILM peeling). Prosedur ini bertujuan menghilangkan tarikan pada lubang makula sehingga memungkinkan lubang menutup secara bertahap. Menjelang akhir operasi, dokter biasanya memasukkan gas atau minyak silikon ke dalam rongga vitreous. Dengan menjaga posisi kepala menunduk atau miring sesuai anjuran selama beberapa hari, gelembung akan menekan area lubang agar menutup dan mempercepat proses pemulihan. Untuk lubang makula berukuran besar, teknik tambahan dapat dilakukan guna meningkatkan peluang keberhasilan penutupan dan perbaikan penglihatan. Setelah operasi, perbaikan penglihatan biasanya mulai terasa, dan berangsur membaik hingga sekitar 6 bulan.
Membran Epiretina
Pada membran epiretina, bila gejala masih ringan dan belum mengganggu aktivitas harian, dokter biasanya akan melakukan observasi terlebih dahulu. Namun, bila penglihatan buram atau tampak bergelombang semakin jelas, terutama saat membaca atau mengenali wajah, maka operasi menjadi pilihan utama. Tindakan definitif adalah vitrektomi dengan pengelupasan membran, yang bertujuan menghilangkan tarikan pada makula dan mengurangi distorsi visual. Di akhir operasi, gelembung udara atau gas dapat dipasang untuk membantu memperbaiki bentuk retina dan mendukung proses penyembuhan. Setelah operasi, distorsi penglihatan biasanya berkurang secara nyata, dan peningkatan kejernihan dapat terus membaik hingga sekitar 6 bulan
Apa yang Dilakukan dalam Operasi Retina?
Operasi retina untuk mengatasi lubang makula dan membran epiretina dilakukan melalui prosedur minimal invasif yang disebut vitrektomi. Ini adalah operasi mikro dengan teknik “lubang kecil” (keyhole), sehingga dokter bedah dapat menjangkau dan menangani area makula di bagian belakang mata dengan aman dan presisi.
Tindakan ini biasanya berlangsung sekitar 45–60 menit. Pada prosedur vitrektomi, gel vitreous (cairan bening seperti gel di dalam bola mata) akan diangkat untuk mengurangi tarikan pada retina, yang bila dibiarkan bisa menyebabkan makula menjadi tertarik dan penglihatan tampak berbayang atau terdistorsi. Operasi dilakukan dalam kondisi yang sangat terkontrol, menggunakan instrumen khusus berukuran sangat halus untuk mengangkat jaringan tipis yang menempel pada retina dengan lembut dan hati-hati.
Untuk kasus lubang makula, lapisan terdalam retina yang disebut internal limiting membrane akan dikupas secara perlahan. Setelah itu, dokter akan menempatkan gelembung gas atau minyak khusus di dalam mata. Gelembung ini membantu menutup lubang pada makula selama proses penyembuhan. Biasanya pasien akan diminta menjaga posisi tertentu, seperti menunduk atau memiringkan kepala sesuai arahan dokter, agar gelembung tersebut menekan area yang tepat dan mendukung proses penutupan lubang dengan optimal.
Sementara itu, pada kasus membran epiretina, selaput tipis yang tumbuh di permukaan makula akan dikupas dengan sangat hati-hati. Dengan mengangkat selaput ini, tarikan dan distorsi pada makula dapat berkurang, sehingga kualitas penglihatan diharapkan menjadi lebih jelas dan stabil kembali.
Manfaat Operasi Retina
Operasi retina bertujuan untuk mengatasi masalah struktural yang terjadi pada makula, yaitu penyebab utama gangguan penglihatan pada kasus lubang makula maupun membran epiretina. Dengan memperbaiki sumber masalahnya secara langsung, operasi ini dapat membantu meningkatkan fungsi penglihatan sekaligus mencegah kerusakan jangka panjang pada retina.
Secara umum, manfaat utama dari tindakan operasi ini meliputi:
Membantu memperbaiki atau mengembalikan penglihatan sentral yang terganggu akibat lubang makula
Mengurangi penglihatan berbayang atau tampak bergelombang yang disebabkan oleh membran epiretina
Mencegah kerusakan struktur makula semakin memburuk
Menstabilkan penglihatan serta memperlambat, bahkan menghentikan, penurunan penglihatan yang progresif
Membantu pasien lebih nyaman saat membaca, mengenali wajah, memperkirakan jarak, dan menjalani aktivitas sehari-hari
Mengembalikan bentuk alami makula setelah tarikan pada retina berhasil dilepaskan
Pemulihan & Perawatan Setelah Tindakan
Operasi retina untuk kasus lubang makula atau membran epiretina, umumnya dilakukan sebagai prosedur day surgery. Artinya, pasien biasanya tidak perlu rawat inap dan sudah dapat kembali ke tempat tinggal atau hotel pada hari yang sama setelah tindakan dilakukan.
Bagi pasien dari Indonesia yang datang ke Singapura untuk berobat, biasanya disarankan untuk merencanakan masa tinggal selama beberapa hari hingga sekitar satu minggu. Lama tinggal ini dapat berbeda-beda, tergantung jenis operasi yang dilakukan serta kebutuhan kontrol awal setelah operasi. Waktu ini penting untuk memastikan proses pemulihan berjalan baik, melakukan pemeriksaan lanjutan, menyesuaikan obat bila diperlukan, serta mendapatkan panduan perawatan mata sebelum kembali ke Indonesia. Dengan perawatan yang tepat dan instruksi yang jelas dari dokter, sebagian besar pasien dapat menjalani masa pemulihan dengan nyaman dan aman setelah kembali ke tanah air.
Perawatan Setelah Operasi Retina
Gunakan panduan waktu berikut untuk mengetahui apa yang boleh dan sebaiknya dihindari selama masa pemulihan.
Hindari kontak langsung mata dengan air.
Hindari menggosok atau menekan mata.
Posisi kepala tertentu mungkin perlu dilakukan sebagai bagian dari proses pemulihan. Jika terdapat gelembung udara atau gas di dalam mata, perjalanan udara tidak diperbolehkan sampai gelembung tersebut menghilang.
Jika setelah waktu ini tidak lagi diperlukan posisi kepala khusus, Anda dapat kembali melakukan aktivitas ringan, tetapi tetap hindari mengangkat beban berat atau olahraga berat.
Dapat kembali berenang dan melakukan aktivitas fisik yang lebih berat.
Perbaikan penglihatan secara maksimal biasanya dapat dicapai sekitar 6 bulan setelah operasi.
Tentang Dr Errol Chan
Dr Errol Chan adalah Medical Director sekaligus Senior Consultant Ophthalmologist di Ascend Eye Clinic Singapore, dengan subspesialisasi pada penyakit retina medis dan bedah, termasuknlubang makula dan membran epiretinal
Dengan pengalaman klinis dan bedah lebih dari 18 tahun serta lebih dari 10.000 prosedur mata yang telah dilakukan, Dr Chan memberikan perawatan yang komprehensif dan disesuaikan dengan kebutuhan pasien, mulai dari diagnosis dini hingga penanganan jangka panjang, baik untuk kasus rutin maupun yang kompleks.
Beliau meraih gelar MBBS dengan predikat Distinction dari National University of Singapore, dan menyelesaikan pelatihan spesialis mata di National University Hospital, Singapura. Dr Chan juga memegang akreditasi spesialis oftalmologi dari Royal Colleges di Edinburgh, Glasgow, London, dan Kanada, serta Academy of Medicine, Singapore.
Dr Chan merupakan spesialis retina dengan pelatihan triple fellowship internasional. Beliau menerima beasiswa dari Retina Foundation of Canada untuk menjalani Fellowship Bedah Vitreoretina di McGill University, Kanada. Selain itu, beliau juga menyelesaikan Advanced Vitreoretinal Surgery Fellowship serta Medical Retina & Uveitis Fellowship di Moorfields Eye Hospital, London, salah satu pusat mata terkemuka di dunia.
Dalam penanganan lubang makula dan membran epiretina, Dr Chan berpengalaman menangani kasus rutin hingga kompleks, termasuk operasi yang sebelumnya kurang berhasil, macular hole berukuran besar atau akibat trauma, serta kasus pada pasien dengan mata minus tinggi (miopia tinggi) atau dengan penyakit retina lain yang menyertai. Pendekatan beliau menekankan evaluasi yang teliti, keunggulan klinis dan bedah, serta penggunaan teknologi terkini untuk mencapai hasil yang optimal bagi pasien.
Sebagai spesialis retina, Dr Chan juga menangani berbagai kondisi retina lainnya seperti degenerasi makula, retinopati diabetik, ablasi retina, penyakit pembuluh darah retina dan koroid, uveitis, hingga kelainan retina bawaan. Beliau juga sering memberikan second opinion untuk kasus retina yang menantang, termasuk bagi pasien dari Indonesia.
Dr Chan telah menulis lebih dari 40 publikasi ilmiah dan bab buku kedokteran, menjadi pembicara di berbagai konferensi oftalmologi internasional, serta terlibat sebagai peneliti dalam uji klinis internasional untuk pengembangan terapi penyakit retina. Dedikasinya di bidang retina telah mendapatkan berbagai penghargaan internasional, termasuk apresiasi dari Asia-Pacific Vitreoretinal Society.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
1. Kapan saya perlu menemui spesialis retina?
Segera konsultasikan ke dokter spesialis mata jika Anda mengalami penglihatan sentral buram atau terdistorsi, garis lurus terlihat bergelombang, sulit membaca, memperkirakan jarak, atau mengenali wajah. Pemeriksaan sejak dini sangat penting, karena penanganan lebih awal memberikan peluang pemulihan penglihatan yang lebih baik dan membantu mencegah kondisi bertambah parah.
2. Bagaimana lubang makula didiagnosis?
Lubang makula didiagnosis melalui pemeriksaan mata menyeluruh dan pencitraan retina khusus, seperti optical coherence tomography (OCT), yang memungkinkan retina dilihat lapis demi lapis secara detail.
3. Apakah penglihatan akan terus memburuk jika saya menunda pengobatan?
Pada banyak kasus, lubang makula yang tidak ditangani dapat menyebabkan penurunan penglihatan sentral yang semakin memburuk seiring waktu. Sementara padamembran epiretinal, penurunan penglihatan sering terjadi secara bertahap, namun tetap menunjukkan kecenderungan memburuk.
Karena itu, pemeriksaan sejak dini sangat penting untuk menentukan waktu penanganan yang paling tepat, sebelum terjadi perubahan permanen pada struktur makula yang bisa memengaruhi kualitas penglihatan dalam jangka panjang.
4. Apakah operasi retina aman?
Operasi retina berupa prosedur vitrektomi dan pengupasan membran merupakan tindakan yang sudah lama dilakukan dan terbukti efektif, dengan dukungan teknik bedah mikro yang canggih.
Bila dikerjakan oleh dokter spesialis retina yang berpengalaman, prosedur ini memiliki tingkat keamanan dan rekam jejak keselamatan yang baik.
5. Apa yang memengaruhi keberhasilan operasi lubang makula?
Hasil operasi dapat berbeda pada setiap pasien, tergantung pada beberapa faktor seperti ukuran lubang makula, sudah berapa lama kondisi tersebut terjadi, serta kondisi kesehatan retina secara keseluruhan.
Lubang makula yang sudah kronis atau berukuran besar tetap dapat ditangani dengan teknik operasi modern saat ini. Namun, perbaikan penglihatannya mungkin tidak seoptimal kasus yang ditangani lebih awal. Karena itu, penanganan sedini mungkin sangat dianjurkan agar peluang pemulihan penglihatan menjadi lebih baik dan hasil yang dicapai bisa lebih maksimal.
6. Apakah saya perlu menjaga posisi kepala setelah operasi?
Secara umum, jika selama operasi dipasang gelembung udara, gas, atau minyak khusus di dalam mata, pasien perlu menjaga posisi kepala tertentu, biasanya menunduk atau memiringkan kepala sesuai sisi yang dianjurkan, selama 1 hari hingga sekitar 1 minggu.
Tenang saja, dokter akan memberikan instruksi yang jelas dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien, sehingga Anda tahu persis bagaimana menjaga posisi yang tepat selama masa pemulihan.
7. Apakah saya bisa langsung melihat jelas setelah operasi retina?
Jika selama operasi dipasang gelembung gas atau minyak di dalam mata, penglihatan Anda akan terasa buram selama gelembung tersebut masih ada.
Pada penggunaan gas, gelembung akan perlahan-lahan diserap oleh tubuh. Seiring gelembung mengecil dan menghilang, penglihatan biasanya akan membaik secara bertahap.
Jika yang digunakan adalah minyak silikon, biasanya akan terjadi perubahan pada ukuran kacamata (resep lensa). Tergantung besar perubahannya, penggunaan kacamata sementara dapat membantu Anda melihat lebih jelas selama minyak masih berada di dalam mata. Setelah minyak silikon dikeluarkan, barulah penglihatan jangka panjang yang lebih stabil dapat dinilai dan dicapai.
8. Apakah operasi retina dilakukan tanpa rawat inap?
Ya. Operasi retina umumnya merupakan tindakan day surgery, dan sebagian besar pasien dapat kembali ke penginapan pada hari yang sama.
9. Bagaimana pasien dari Indonesia mengatur konsultasi dan pengobatan di Singapura?
Pasien dari Indonesia dapat menghubungi kami melalui nomor WhatsApp yang tersedia. Tim kami siap membantu menjawab pertanyaan seputar kondisi dan pilihan pengobatan, membantu penjadwalan janji temu, perencanaan perawatan, hingga koordinasi perjalanan ke Singapura.
Kami memahami bahwa berobat ke luar negeri membutuhkan persiapan yang matang, karena itu tim kami akan mendampingi Anda agar prosesnya berjalan lebih mudah, jelas, dan nyaman.
10. Apakah tersedia pendampingan berbahasa Indonesia selama perawatan?
Ya. Tersedia dukungan Bahasa Indonesia untuk membantu pasien memahami kondisi dengan jelas, pilihan penanganan, serta instruksi perawatan setelah tindakan.
Untuk informasi lebih lanjut atau membuat janji konsultasi, silakan hubungi kantor perwakilan Indonesia kami melalui Whatsapp.

