Panduan Pengobatan Degenerasi Makula di Singapura

Dr Errol Chan, MBBS, MMed(Ophth), MRCS(Edin), FRCS(Edin), FRCOphth, FRCS(Glasg), FRCS(Canada), FAMS
Dr Errol Chan, MBBS, MMed, MRCS, FRCS, FRCOphth, FRCS, FRCS, FAMS

Dr Errol Chan adalah Medical Director dan Dokter Spesialis Mata Senior di Ascend Eye Clinic, Singapura. Ia berpengalaman luas dalam bedah refraktif dan koreksi penglihatan dengan laser. Dr Chan menjalani pelatihan di berbagai pusat medis terkemuka di Singapura, Kanada, dan Inggris. Ia menangani berbagai prosedur refraktif, termasuk LASIK, SMILE, TransPRK, serta pemasangan Implantable Collamer Lens (ICL) untuk pasien dengan rabun jauh, rabun dekat, dan astigmatisme. Dr Chan juga menangani presbiopia (kesulitan melihat dekat karena usia) melalui bedah refraktif yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Hingga saat ini, ia telah melakukan lebih dari 10.000 operasi mata sepanjang karier profesionalnya.

Anda mungkin merasa penglihatan mulai buram saat membaca pesan di ponsel, atau ketika melihat wajah seseorang yang sudah dikenal. Garis lurus pun tampak seperti bergelombang. Banyak orang mengira ini hanya karena mata lelah atau memang faktor usia. Namun perubahan seperti ini, terutama setelah usia 50 tahun, bisa menjadi tanda Age-Related Macular Degeneration (AMD) atau degenerasi makula karena usia. Perlu dipahami bahwa AMD sering berkembang perlahan tanpa gejala yang terasa jelas di awal. Oleh karena itu, semakin cepat diperiksakan, semakin besar peluang kita untuk melindungi penglihatan utama Anda.

Apa itu Age-Related Macular Degeneration (AMD)?

Degenerasi makula karena usia, atau Age-related Macular Degeneration (AMD), adalah gangguan pada bagian tengah mata yang disebut makula. Makula adalah bagian retina (lapisan peka cahaya di belakang mata) yang membantu Anda melihat dengan jelas dan detail. Jika makula rusak, penglihatan bagian tengah akan menjadi buram atau gelap. Akibatnya, aktivitas seperti membaca, mengemudi, atau mengenali wajah jadi lebih sulit.

AMD sering terjadi pada orang usia 50 tahun ke atas dan menjadi salah satu penyebab utama gangguan penglihatan pada kelompok usia ini. Penglihatan samping biasanya masih ada. Namun, karena penglihatan tengah terganggu, aktivitas sehari-hari bisa ikut terdampak dan membuat seseorang menjadi kurang mandiri.

Siapa yang Berisiko?

AMD lebih sering terjadi seiring bertambahnya usia, terutama setelah 50 tahun. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya AMD, diantaranya:

  • Memiliki riwayat keluarga dengan AMD
  • Merokok atau pernah merokok sebelumnya
  • Memiliki tekanan darah tinggi atau penyakit jantung dan pembuluh darah
  • Kelebihan berat badan
  • Sering terpapar sinar matahari tanpa perlindungan mata yang memadai

Perlu diingat, faktor-faktor risiko ini bukan berarti Anda pasti akan mengalami AMD. Namun, pemeriksaan mata secara rutin sangat dianjurkan, terutama bila Anda termasuk dalam kelompok di atas, karena deteksi dini memungkinkan pemantauan lebih dekat dan penanganan tepat waktu bila diperlukan.

Jenis AMD

  • AMD kering (Dry AMD) adalah bentuk yang paling umum. Kondisi ini berkembang perlahan ketika makula menipis dan terbentuk endapan kecil yang disebut drusen di bawah retina. Penurunan penglihatan biasanya terjadi secara lambat namun bertahap.
  • AMD basah (Neovascular Wet AMD) meskipun lebih jarang, bersifat lebih agresif dan dapat menyebabkan penurunan penglihatan lebih cepat. Kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah abnormal tumbuh di bawah makula lalu bocor mengeluarkan cairan atau darah. Tanpa penanganan segera, hal ini dapat menyebabkan kehilangan penglihatan utama yang cepat dan parah.

Deteksi dini sangat penting, terutama pada AMD basah, karena penanganan yang tepat waktu dapat memberikan perbedaan besar dalam mempertahankan penglihatan Anda.

Mengenali Gejala Sejak Dini

Gejala AMD tidak selalu muncul secara tiba-tiba. Banyak pasien pada awalnya merasakan:

  • Penglihatan bagian tengah tampak buram atau terdistorsi
  • Garis lurus terlihat bergelombang atau terputus-putus
  • Sulit membaca atau mengenali wajah
  • Muncul area gelap atau kosong di pusat penglihatan

Karena perubahan ini sering kali dimulai pada satu mata, mata yang lainnya dapat gangguan tersebut sehingga tidak ada gejala dan terlambat diagnosis. Akibatnya, bila penglihatan tiap mata tidak diperiksa secara terpisah, seseorang mungkin tidak menyadari adanya masalah pada penglihatannya. Pemeriksaan mata rutin sangat penting, terutama bila Anda berusia di atas 50 tahun atau memiliki riwayat AMD dalam keluarga.

“Kondisi retina sering kali tidak mudah dipahami dan dapat terasa membingungkan bagi pasien. Saya percaya pentingnya pendekatan yang empatik, dengan memberikan penjelasan yang jelas serta waktu yang cukup agar pasien dapat membuat keputusan yang tepat dan terinformasi. Setiap rencana perawatan selalu dibahas bersama pasien, dengan kepentingan terbaik pasien sebagai prioritas utama.”

— Dr Errol Chan —
Direktur Medis & Dokter Spesialis Mata Konsultan Senior
Ascend Eye Clinic, Singapura

Pemeriksaan Pencitraan pada AMD

Di Ascend Eye Clinic di Singapura, kami memprioritaskan penggunaan berbagai teknologi pencitraan diagnostik (multimodal imaging) untuk membantu merencanakan dan mengelola kondisi AMD secara optimal. Pemeriksaan ini memberikan gambaran yang sangat detail mengenai struktur dan aktivitas retina, sehingga dokter dapat menentukan rencana perawatan yang paling tepat dan sesuai untuk setiap pasien.

Evaluasi diagnostik komprehensif yang kami lakukan meliputi:

  • Spectral domain optical coherence tomography (OCT)

  • OCT angiography

  • Fundus autofluorescence

  • Fluorescein angiography

  • Indocyanine green angiography

Beberapa kondisi retina dapat tampak menyerupai AMD, namun sebenarnya bukan AMD. Dengan menggunakan berbagai metode pencitraan penampang (cross-sectional imaging) dan pencitraan angiografi, kami dapat membedakan kondisi-kondisi tersebut secara akurat, menilai aktivitas penyakit, serta memahami kondisi retina secara menyeluruh. Pendekatan diagnostik yang komprehensif ini membantu memastikan bahwa pengobatan yang diberikan benar-benar tepat dan disesuaikan secara optimal dengan kondisi setiap pasien.

Pilihan Pengobatan untuk AMD

Pada pasien dengan Age-Related Macular Degeneration (AMD) atau degenerasi makula terkait usia, pengobatan akan disesuaikan dengan jenisnya, apakah dry (kering) atau wet (basah).

Dry Age-Related Macular Degeneration

Dry AMD umumnya tidak selalu berkembang menjadi berat, namun bila memburuk, progresinya terjadi secara perlahan. Sebagian besar pasien dengan dry AMD tetap dapat mempertahankan penglihatan yang cukup baik. Secara umum, penanganan dry AMD bertujuan untuk memperlambat perkembangan penyakit, menjaga kesehatan retina, dan mempertahankan kualitas penglihatan.

Tergantung pada tahapannya, pilihan terapi dapat berbeda. Pada dry AMD tahap intermediate, suplemen vitamin seperti formulasi AREDS2 dapat membantu menurunkan risiko perkembangan ke tahap lanjut. Formulasi ini mengandung vitamin C, vitamin E, zinc, lutein, dan zeaxanthin. Pada pasien dengan dry AMD lanjut (geographic atrophy), suplemen ini juga dapat membantu memperlambat progresivitas dan menjaga penglihatan.

Pada pasien dengan dry AMD tahap awal hingga menengah yang memiliki risiko tinggi untuk memburuk, terapi laser photobiomodulation intensitas rendah yang bersifat non-invasif dan telah mendapat otorisasi FDA dapat membantu memperlambat perubahan pada retina. Terapi ini menggunakan panjang gelombang cahaya tertentu untuk meningkatkan aktivitas metabolik sel retina dan mendukung proses pemulihan alami. Dengan demikian, penumpukan sisa metabolisme di retina dapat berkurang, serta ketajaman dan sensitivitas kontras penglihatan dapat meningkat.

Untuk dry AMD tahap lanjut, tersedia obat injeksi intravitreal terbaru yang menargetkan jalur complement (anti-complement factor inhibitors) yang dapat membantu memperlambat perkembangan penyakit dan mempertahankan penglihatan. Prosedur ini dilakukan di klinik dengan anestesi lokal.

Saat ini, pasien dengan dry AMD sudah memiliki berbagai pilihan terapi yang lebih terarah, berbeda dengan sebelumnya ketika belum tersedia pengobatan yang efektif. Setiap pasien akan dievaluasi secara menyeluruh dan rencana terapi akan disesuaikan secara individual, sehingga dalam beberapa kasus dapat diberikan lebih dari satu jenis terapi.

Wet Macular Degeneration

Wet age-related macular degeneration (AMD) berkembang lebih cepat dibandingkan tipe kering, namun tersedia pengobatan yang efektif untuk mengendalikan kondisi ini dan melindungi penglihatan sentral.

Injeksi anti-VEGF intravitreal merupakan terapi utama untuk wet AMD. Tindakan ini dilakukan di klinik dengan anestesi lokal dan bekerja dengan menghambat pertumbuhan pembuluh darah abnormal serta mengurangi kebocoran cairan di retina. Obat generasi terbaru memungkinkan interval suntikan yang lebih jarang dengan kontrol penyakit yang tetap optimal.

Pada kasus tertentu, photodynamic therapy (PDT) dapat direkomendasikan. Terapi ini menggunakan obat yang diaktifkan oleh cahaya dan laser khusus untuk menargetkan pembuluh darah abnormal tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya. Pendekatan ini sangat penting terutama pada kasus polypoidal choroidal vasculopathy, varian wet AMD yang lebih sering ditemukan pada populasi Asia.

Pada kasus wet AMD yang lebih lanjut dengan perdarahan signifikan di area makula, operasi vitrektomi dan tindakan pemindahan perdarahan submakula dapat dipertimbangkan. Prosedur ini bertujuan memindahkan darah dari pusat retina untuk mengurangi kerusakan lebih lanjut dan mendukung pemulihan penglihatan. Tindakan ini bersifat time-sensitive, sehingga pengenalan dan penanganan dini sangat penting agar kesempatan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik tidak terlewatkan. Pemindahan darah yang berhasil dan cepat dapat membantu memulihkan penglihatan sentral yang sebelumnya terancam hilang.

“Di Ascend Eye Clinic, kami memprioritaskan penanganan pasien dengan AMD agar dapat mencapai kualitas penglihatan terbaik yang memungkinkan. Melalui evaluasi diagnostik yang teliti menggunakan teknologi pencitraan retina terkini, akses terhadap berbagai terapi obat terbaru, serta tindakan bedah yang tepat waktu bila diperlukan, kami berupaya menangani kondisi ini secara efektif, cepat, dan aman, sehingga pasien memiliki peluang optimal untuk mempertahankan dan memaksimalkan penglihatannya.”

— Dr Errol Chan —
Direktur Medis & Dokter Spesialis Mata Konsultan Senior
Ascend Eye Clinic, Singapura

Polypoidal Choroidal Vasculopathy

Polypoidal choroidal vasculopathy (PCV) adalah kondisi pada retina yang memengaruhi pembuluh darah koroid di bawah retina. Kondisi ini ditandai dengan kumpulan pembuluh darah abnormal yang menyerupai aneurisma kecil, yang dapat menyebabkan kebocoran cairan atau perdarahan dan akhirnya memengaruhi penglihatan.

PCV sering dianggap sebagai salah satu bentuk dari wet AMD, karena keduanya melibatkan pertumbuhan pembuluh darah abnormal dan memiliki gejala yang mirip. Gejala tersebut dapat berupa penglihatan sentral yang buram atau terdistorsi, munculnya bayangan gelap, atau perubahan penglihatan secara tiba-tiba.

Karena PCV dapat terlihat sangat mirip dengan AMD, diagnosis yang akurat sangat penting. Pemeriksaan pencitraan retina secara detail seperti OCT, fluorescein angiography, dan indocyanine green angiography membantu dokter menilai aktivitas penyakit serta membedakan PCV dari kondisi retina lainnya.

Untuk PCV, pengobatan umumnya melibatkan injeksi anti-VEGF untuk mengontrol kebocoran dan aktivitas penyakit. Pada kasus tertentu, photodynamic therapy (PDT) dapat dikombinasikan dengan terapi tersebut untuk meningkatkan hasil jangka panjang dan membantu menurunkan risiko kehilangan penglihatan.

Bagaimana Prosedur Suntikan Intravitreal Dilakukan?

Prosedur ini bersifat minimal invasif dan dilakukan di klinik. Sebelum penyuntikan, mata akan dibersihkan secara menyeluruh dan diberikan obat tetes anestesi agar tetap nyaman. Jarum yang sangat halus kemudian digunakan untuk memasukkan obat ke dalam vitreous, yaitu cairan seperti gel di dalam mata, sehingga obat dapat mencapai bagian belakang mata dengan cepat.

Seluruh proses biasanya hanya memakan waktu beberapa menit. Sebagian besar pasien hanya merasakan sedikit tekanan ringan, dan pemulihan umumnya cepat sehingga aktivitas normal dapat kembali dilakukan. AMD basah merupakan kondisi jangka panjang, sehingga biasanya diberikan suntikan secara berkala dan akan disesuaikan berdasarkan respons mata pada kunjungan kontrol berikutnya.

Manfaat suntikan intravitreal meliputi:

  • Memperlambat atau menghentikan penurunan penglihatan utama lebih lanjut pada AMD basah
  • Mengurangi kebocoran cairan dan pembengkakan pada retina
  • Membantu mempertahankan fungsi penglihatan sehari-hari seperti membaca dan mengenali wajah
  • Dapat memperbaiki penglihatan pada sebagian pasien, terutama bila pengobatan dimulai lebih dini
  • Memungkinkan pemantauan berkelanjutan dan penyesuaian pengobatan untuk perlindungan penglihatan jangka panjang

Pemulihan & Perawatan Setelah Injeksi Intravitreal

Setelah suntikan intravitreal, sebagian besar pasien pulih dengan cepat dan dapat kembali beraktivitas normal dalam waktu singkat. Rasa tidak nyaman ringan, mata merah, atau perubahan penglihatan sementara cukup umum terjadi dan biasanya akan membaik dengan sendirinya. Mengikuti anjuran perawatan setelah tindakan membantu menurunkan risiko infeksi, mendukung proses penyembuhan yang baik, serta memastikan hasil pengobatan yang optimal.

Perawatan Setelah Terapi Injeksi Intravitreal

Gunakan panduan waktu berikut untuk mengetahui apa yang boleh dan sebaiknya dihindari selama masa pemulihan

24 JAM PERTAMA

Hindari menggosok atau memberi tekanan pada mata

SETELAH 24 JAM

Hindari mata terkena air secara langsung (jangan menyiram atau mencipratkan air ke mata)

48 JAM PERTAMA

Usahakan tidak berada di lingkungan yang berdebu

3 - 5 HARI

Hindari penggunaan riasan mata terlebih dahulu setelah tindakan/injeksi

AFTER 48 HOURS

Resume driving or work once your vision feels stable.

SETELAH 5 HARI

Olahraga ringan umumnya sudah diperbolehkan, namun tetap hindari menggosok mata

1 MINGGU

Umumnya sudah aman untuk bepergian atau naik pesawat, namun tetap ikuti anjuran dokter sesuai kondisi Anda

1 – 2 MINGGU

Hindari berenang dan berendam di jacuzzi atau air panas untuk mencegah risiko infeksi

Tentang Dr Errol Chan

Dr Errol Chan adalah Medical Director sekaligus Senior Consultant Ophthalmologist di Ascend Eye Clinic Singapore, dengan subspesialisasi pada penyakit retina medis dan bedah, termasuk age-related macular degeneration (AMD).

Dengan pengalaman klinis dan bedah lebih dari 18 tahun serta lebih dari 10.000 prosedur mata yang telah dilakukan, Dr Chan memberikan perawatan yang komprehensif dan dipersonalisasi bagi pasien dengan berbagai kondisi retina, baik yang rutin maupun kompleks mulai dari diagnosis dini hingga penanganan jangka panjang.

Beliau meraih gelar MBBS dengan predikat Distinction dari National University of Singapore dan menyelesaikan pelatihan spesialis oftalmologi di National University Hospital, Singapura. Dr Chan juga memegang akreditasi spesialis oftalmologi dari Royal Colleges di Edinburgh, Glasgow, London, dan Kanada, serta dari Academy of Medicine, Singapore.

Dr Chan merupakan spesialis retina dengan pelatihan triple fellowship internasional. Beliau menerima beasiswa dari Retina Foundation of Canada untuk menjalani Fellowship Bedah Vitreoretina di McGill University, Kanada. Selain itu, beliau juga menyelesaikan Advanced Vitreoretinal Surgery Fellowship serta Medical Retina & Uveitis Fellowship di Moorfields Eye Hospital London, Inggris salah satu pusat layanan mata terkemuka di dunia.

Dalam penanganan dry dan wet age-related macular degeneration, Dr Chan memiliki keahlian dalam berbagai pendekatan modern, termasuk pencitraan retina canggih, injeksi intravitreal, photodynamic therapy (PDT), serta tindakan bedah untuk kasus yang kompleks atau kurang responsif terhadap terapi sebelumnya. Pendekatan beliau menekankan deteksi dini, terapi berbasis bukti, keahlian klinis, serta pemanfaatan teknologi terkini untuk membantu memperbaiki penglihatan dan menjaga kesehatan retina dalam jangka panjang.

Sebagai spesialis retina, Dr Chan juga menangani berbagai penyakit retina lainnya, seperti retinopati diabetik, lepas retina, macular hole, epiretinal membrane, penyakit pembuluh darah retina dan koroid, uveitis, serta kelainan retina bawaan. Beliau juga sering dimintai second opinion untuk kasus retina yang kompleks, termasuk oleh pasien dari Indonesia.

Dr Chan telah menulis lebih dari 40 publikasi ilmiah dan bab buku kedokteran yang telah melalui proses peer review, menjadi pembicara di berbagai konferensi oftalmologi internasional, serta terlibat sebagai peneliti dalam uji klinis internasional yang bertujuan mengembangkan terapi penyakit retina. Dedikasinya di bidang ini telah mendapat berbagai penghargaan internasional, termasuk apresiasi dari Asia-Pacific Vitreoretinal Society.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

1. Apakah suntikan akan terasa sakit?

Suntikan ini tidak menimbulkan rasa sakit. Anda mungkin akan merasakan sedikit tekanan, tetapi umumnya tidak terasa nyeri. Sebelum prosedur dilakukan, mata akan diberikan obat anestesi lokal sehingga tindakan dapat berlangsung dengan nyaman.

Wet AMD merupakan kondisi jangka panjang, sehingga banyak pasien memerlukan terapi injeksi secara berkala. Dengan penggunaan obat anti-VEGF generasi terbaru yang memiliki durasi kerja lebih lama, jarak waktu antar suntikan kini dapat dibuat lebih panjang.

Kami menyediakan berbagai pilihan obat anti-VEGF, sehingga rencana pengobatan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien. Pendekatan ini membantu mengontrol penyakit secara optimal sekaligus meminimalkan frekuensi kunjungan untuk terapi berulang.

Ya. Pengobatan dengan obat anti-VEGF membantu mengurangi kebocoran cairan, perdarahan, serta pembentukan jaringan parut di retina, sehingga penglihatan dapat lebih terjaga. Bila terapi dimulai lebih awal, penglihatan sering kali dapat membaik secara signifikan.

Pada tahap wet AMD yang lebih lanjut, pengobatan tetap bermanfaat untuk menstabilkan penglihatan dan membantu mencegah penurunan penglihatan yang semakin memburuk.

Pengobatan sebaiknya dimulai sesegera mungkin, khususnya pada AMD basah, untuk mengurangi risiko kehilangan penglihatan sentral secara cepat.

Menunda pengobatan dapat menyebabkan kerusakan makula bertambah dan menurunkan peluang mempertahankan penglihatan sentral.

Banyak pasien hanya memerlukan waktu tinggal singkat untuk konsultasi dan suntikan pertama. Rencana kontrol lanjutan sering kali dapat diatur menyesuaikan jadwal perjalanan.

Ya. Sebagian besar pasien dapat bepergian tidak lama setelah penyuntikan. Dokter akan memberikan saran sesuai kondisi dan respons mata Anda.

Sebagian pasien memerlukan terapi jangka panjang, sementara yang lain mungkin membutuhkan suntikan lebih jarang seiring waktu. Hal ini bergantung pada aktivitas penyakit.

Kebanyakan pasien dapat kembali beraktivitas normal dalam waktu singkat. Kemerahan sementara atau rasa tidak nyaman ringan dapat terjadi.

Ya. Dukungan Bahasa Indonesia tersedia untuk membantu penjadwalan, komunikasi, dan koordinasi perawatan.

Untuk informasi lebih lanjut atau membuat janji konsultasi, silakan hubungi kantor perwakilan Indonesia kami melalui WhatsApp. Tim kami siap membantu Anda.

Bagikan Artikel Ini:

Facebook
LinkedIn
X

Artikel Lainnya