Operasi katarak memiliki tingkat keberhasilan yang sangat tinggi. Namun, sebagian kecil pasien masih mengalami penglihatan buram atau hasil yang kurang memuaskan setelah prosedur. Ketika hal ini terjadi, wajar bila terasa mengecewakan, terutama jika Anda berharap penglihatan kembali jernih.
Operasi implan lensa sekunder adalah tindakan lanjutan untuk memperbaiki penglihatan. Prosedur ini ditujukan bagi pasien yang setelah operasi katarak atau penggantian lensa masih merasa hasil penglihatannya belum sesuai harapan. Tindakan ini membantu mengatasi masalah seperti kekuatan lensa yang tidak tepat, posisi lensa yang tidak stabil, atau kurangnya penopang lensa, sehingga pasien dapat kembali mendapatkan penglihatan yang lebih tajam dan fungsional sehingga mengurangi ketergantungan pada kacamata tebal atau lensa kontak.
Apa Itu Operasi Implan Lensa Sekunder?
Operasi implan lensa sekunder, juga dikenal sebagai secondary intraocular lens (IOL) implantation atau operasi piggyback IOL, dilakukan ketika lensa buatan pertama, misalnya setelah operasi katarak, tidak memberikan hasil sesuai harapan.
Dalam banyak kasus, lensa awal tidak selalu harus dilepas. Dokter dapat:
- Menambahkan lensa kedua untuk menyempurnakan hasil penglihatan, atau
- Mengganti lensa awal bila posisinya tidak stabil atau tidak berada di tempat yang seharusnya
Pendekatan ini umumnya dilakukan ketika penglihatan tetap buram akibat kelainan refraksi, pergeseran lensa, atau komplikasi yang melibatkan struktur penopang alami di dalam mata.
Kapan Operasi Ini Diperlukan?
Operasi implan lensa sekunder akan dipertimbangkan ketika hasil operasi katarak atau penggantian lensa belum stabil atau belum cukup akurat. Misalnya, penglihatan masih buram, lensa bergeser, atau struktur penopang alami mata tidak mampu menahan lensa dengan baik. Kondisi yang umum meliputi:
1. Refractive Surprise (ukuran lensa tidak sesuai)
Terkadang kekuatan lensa yang ditanam tidak sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan mata. Hal ini dapat menyebabkan:
- Penglihatan jarak jauh tetap buram
- Rabun jauh atau rabun dekat yang tidak diharapkan
- Tetap bergantung pada kacamata tebal meskipun sudah operasi
2. Dislokasi atau Ketidakstabilan Lensa
Lensa buatan dapat bergeser dari posisi seharusnya akibat:
- Kapsul lensa yang lemah atau rusak
- Cedera pada mata
- Operasi pertama yang kompleks atau mengalami komplikasi
3. Dukungan Kapsul Tidak Memadai
Pada katarak akibat trauma atau kelainan mata bawaan, kapsul alami penahan lensa bisa menjadi lemah. Kapsul ini adalah kantong tipis tempat lensa dipasang saat operasi katarak. Jika tidak cukup kuat, diperlukan prosedur implan lensa sekunder dengan teknik khusus agar lensa terpasang aman dan stabil.
4. Keinginan Mendapatkan Penglihatan yang Lebih Baik
Sebagian pasien ingin meningkatkan kualitas penglihatan lebih lanjut, misalnya untuk mengurangi ketergantungan pada kacamata atau mengoreksi silinder (astigmatisme) setelah operasi pertama.
Bagaimana Prosedur Dilakukan?
Operasi implan lensa sekunder umumnya dilakukan sebagai prosedur rawat jalan (tidak perlu menginap) dan tekniknya mirip dengan operasi katarak. Prosedur ini biasanya berlangsung sekitar 15–30 menit untuk tiap mata, dengan metode bedah minimal sayatan sehingga lebih aman dan presisi.
Tergantung dengan kondisi mata pasien, dokter bedah dapat:
- Memasang lensa tambahan (piggyback) di samping lensa tanam yang sudah ada (IOL)
- Mengganti lensa lama dengan lensa yang lebih sesuai
- Menempatkan dan menstabilkan lensa di bagian dalam mata (seperti sulkus siliaris atau bilik mata depan/belakang), atau menjahitnya ke dinding putih mata (sklera) bila kapsul penyangga lensa sudah rusak
"Operasi implan lensa sekunder menggabungkan teknologi pencitraan diagnostik yang canggih dengan perencanaan operasi yang teliti. Pendekatan berbasis teknologi ini membantu memastikan posisi lensa yang stabil dan bertujuan meningkatkan kejernihan penglihatan.”
— Dr Errol Chan —
Direktur Medis & Dokter Spesialis Mata Konsultan Senior
Ascend Eye Clinic
Jenis-Jenis Implan Lensa Sekunder
Pemilihan jenis lensa intraokular sekunder (IOL) yang paling tepat bergantung pada bagian mana di dalam mata yang masih bisa menopang lensa dengan aman, terutama apakah masih ada kapsul penyangga lensa yang cukup setelah operasi pertama. Secara umum, lensa sekunder terbagi menjadi tiga tipe utama:
- Anterior Chamber IOL (AC-IOL)
Diposisikan di bagian depan iris (selaput berwarna pada mata). Prosedurnya relatif lebih cepat, tetapi karena letaknya dekat kornea dan saluran pembuangan cairan mata, pada sebagian pasien ada risiko jangka panjang yang lebih tinggi. Karena itu, penggunaannya dipilih secara selektif bila struktur mata memungkinkan. - Iris-Fixated IOL
Lensa dipasang dengan cara dikaitkan pada iris menggunakan desain pengunci khusus. Bisa menjadi pilihan praktis bila iris cukup kuat menopang lensa. Namun pada beberapa kasus, dapat menimbulkan astigmatisme tambahan atau pemulihan penglihatan yang sedikit lebih lambat. - Scleral-Fixated IOL
Lensa dipasang pada dinding putih mata (sklera), baik dengan jahitan halus maupun teknik modern tanpa jahitan. Metode ini sering dipilih bila kapsul penyangga sudah tidak memadai (misalnya setelah operasi yang kompleks atau akibat cedera). Hasilnya sangat stabil, tetapi prosedurnya memang lebih kompleks.
Selain cara pemasangannya, jenis lensa juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan penglihatan Anda:
- Lensa monofokal membantu penglihatan jauh lebih jelas
- Lensa toric membantu mengoreksi mata silinder (astigmatisme)
- Lensa multifokal atau multifokal toric membantu penglihatan jauh dan dekat sekaligus
Manfaat Operasi Pemasangan Lensa Sekunder
Kacamata atau lensa kontak dapat membantu setelah operasi katarak. Namun, terkadang itu belum cukup. Terutama jika sisa minus atau silinder masih besar, sulit dikoreksi dengan nyaman, atau lensa tanam tidak stabil.Dalam kondisi ini, operasi implan lensa sekunder dapat membantu memperjelas penglihatan, terutama saat cara non-operasi sudah tidak lagi memberikan hasil yang memadai tanpa kacamata.
Bagi pasien yang sesuai, prosedur ini menawarkan beberapa manfaat yang jelas:
- Penglihatan lebih tajam dan lebih presisi dibanding hanya mengandalkan kacamata
- Mengurangi ketergantungan pada kacamata atau lensa kontak untuk aktivitas harian
- Pengelihatan lebih baik bila hasil lensa sebelumnya kurang optimal
- Struktur mata tetap terjaga, terutama bila penggantian lensa lama berisiko tinggi
- Kesempatan untuk “upgrade” penglihatan, misalnya dengan mengoreksi silinder atau memperbaiki penglihatan dekat di kemudian hari
Banyak pasien merasakan peningkatan yang signifikan dalam kenyamanan beraktivitas, rasa percaya diri, dan kualitas hidup secara keseluruhan setelah prosedur ini.
Masa Pemulihan dan Perawatan Setelah Operasi
Pemulihan setelah operasi pemasangan lensa sekunder umumnya berjalan lancar dan mirip dengan masa pemulihan operasi katarak.
Biasanya pasien akan dianjurkan untuk:
- Menggunakan obat tetes mata sesuai resep untuk mencegah infeksi dan peradangan
- Memakai pelindung mata saat tidur selama beberapa malam pertama
- Menghindari menggosok mata, mengangkat beban berat, atau aktivitas fisik berat selama 1–2 minggu
Penglihatan biasanya mulai membaik dalam beberapa hari, lalu semakin stabil dalam beberapa minggu. Pemulihan penuh umumnya dicapai dalam waktu sekitar 4–6 minggu.
Segera hubungi dokter bila Anda mengalami:
- Penglihatan buram yang tidak membaik
- Nyeri yang semakin bertambah
- Mata merah atau perubahan penglihatan yang mendadak
Kontrol rutin sangat penting untuk memastikan proses penyembuhan berjalan baik dan hasil penglihatan optimal.
Intravitreal Injections Treatments Aftercare
Use this timeline as a quick guide to know what to do & what to avoid, as your eyes heal.
Avoid rubbing or pressing on the threated eye
Avoid getting water directly into the eye (no splashing)
Avoid dusty environments if possible
Avoid eye make-up after the injection
Resume driving or work once your vision feels stable.
Light exercise is generally safe, avoid rubbing the eye
Save to travel or fly, follow doctor's advice
Avoid swimming and hot tubs
Tentang Dr Errol Chan
Dr Errol Chan adalah Direktus Medis dan Konsultan Senior Spesialis Mata di Ascend Eye Clinic, Singapore, dengan subspesialisasi pada penyakit retina medis dan bedah retina. Dengan pengalaman klinis dan bedah lebih dari 18 tahun serta lebih dari 10.000 prosedur mata yang telah dilakukan, beliau memberikan penanganan khusus untuk pasien dengan kondisi mata kompleks dan kronis.
Beliau meraih gelar dokter (MBBS) dari National University of Singapore dan menyelesaikan pelatihan spesialis oftalmologi di National University Hospital, Singapore. Selain itu, beliau juga memperoleh akreditasi spesialis oftalmologi dari Royal Colleges di Edinburgh, Glasgow, London, dan Kanada, serta Academy of Medicine, Singapore.
Dr Chan menjalani pelatihan fellowship di bidang penyakit retina dan bedah retina. Ia menerima beasiswa dari Retina Foundation of Canada untuk mengikuti Vitreoretinal Surgery Fellowship di McGill University, Kanada. Beliau juga menyelesaikan Advanced Vitreoretinal Surgery Fellowship serta Medical Retina & Uveitis Fellowship di Moorfields Eye Hospital, London, Inggris.
Dr Chan memiliki keahlian khusus dalam menangani retinal detachment (lepasnya retina), termasuk kasus yang kompleks maupun berulang. Ia melakukan prosedur vitreoretinal tingkat lanjut seperti pars plana vitrectomy dan scleral buckling, dengan pendekatan yang disesuaikan secara individual sesuai kondisi pasien. Penanganannya berfokus pada diagnosis dini, teknik bedah mikro yang presisi, serta terapi berbasis bukti medis untuk membantu pemulihan penglihatan, mengurangi risiko komplikasi, dan menjaga kesehatan retina jangka panjang.
Kontribusi profesionalnya mencakup lebih dari 40 publikasi ilmiah dan bab buku kedokteran yang telah melalui proses peer-review, presentasi di berbagai konferensi oftalmologi internasional, serta keterlibatan sebagai peneliti dalam uji klinis yang mengembangkan terapi terbaru untuk penyakit retina. Atas dedikasinya, beliau juga menerima berbagai penghargaan internasional.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
1. Apakah operasi pemasangan lensa sekunder sama dengan operasi katarak ulang?
Tidak. Ini adalah prosedur koreksi yang dilakukan setelah operasi katarak untuk memperbaiki atau menstabilkan posisi lensa buatan. Prosedur ini bukan berarti kataraknya tumbuh lagi atau harus “operasi katarak” kembali.
2. Bagaimana dokter menentukan apakah saya cocok menjalani operasi ini?
Dokter akan melakukan pemeriksaan mata yang menyeluruh untuk menilai posisi lensa, kekuatan kapsul penyangga, kondisi kornea, kesehatan retina, serta stabilitas mata secara keseluruhan. Operasi hanya dianjurkan bila hasilnya diperkirakan lebih aman dan lebih efektif dibandingkan hanya memakai kacamata atau lensa kontak.
3. Apakah operasi pemasangan lensa sekunder aman?
Bila dilakukan oleh dokter spesialis mata yang berpengalaman dan setelah evaluasi yang teliti, prosedur ini umumnya aman. Seperti semua operasi mata, tetap ada risiko seperti infeksi, peradangan, peningkatan tekanan bola mata, atau gangguan retina. Semua risiko akan dijelaskan dan dipertimbangkan dengan matang sebelum tindakan.
4. Apakah lensa lama pasti harus dilepas?
Tidak selalu. Pada banyak kasus, lensa lama tetap dipertahankan dan dokter hanya menambahkan lensa kedua untuk menyempurnakan penglihatan. Penggantian lensa dilakukan bila lensa lama tidak stabil, bergeser, atau memang tidak sesuai.
5. Apakah setelah operasi saya tidak perlu kacamata lagi?
Tujuannya adalah membuat penglihatan jauh lebih jelas dan mengurangi ketergantungan pada kacamata. Namun sebagian pasien mungkin masih membutuhkan kacamata ringan untuk aktivitas tertentu, tergantung jenis lensa yang dipilih dan proses penyembuhan.
6. Berapa lama setelah operasi katarak prosedur ini bisa dilakukan?
Waktunya tergantung penyebab masalahnya. Umumnya mata perlu benar-benar stabil terlebih dahulu setelah operasi pertama sebelum dilakukan koreksi tambahan. Dokter akan menyarankan waktu yang paling tepat berdasarkan proses penyembuhan dan kestabilan ukuran mata.
7. Berapa lama masa pemulihannya?
Penglihatan biasanya mulai membaik dalam beberapa hari dan akan semakin stabil dalam beberapa minggu. Sebagian besar pasien sudah bisa kembali ke aktivitas ringan dalam 1–2 minggu, dengan pemulihan penuh sekitar 4–6 minggu.
8. Apa yang terjadi jika kondisi ini tidak diperbaiki?
Jika keluhannya ringan dan hanya terkait ukuran kacamata, kacamata mungkin sudah cukup. Namun bila lensa tidak stabil atau bergeser, dibiarkan terlalu lama dapat menyebabkan penglihatan tetap buram, gambar berbayang, atau berisiko menimbulkan komplikasi jangka panjang.
9. Berapa lama saya perlu tinggal di Singapore untuk perawatan?
Sebagian besar pasien dapat pulang tidak lama setelah operasi, setelah kontrol awal pasca-tindakan selesai. Lama tinggal akan disesuaikan dengan kondisi mata dan rencana kontrol lanjutan.
10. Bagaimana cara menghubungi tim Dr. Errol Chan untuk konsultasi?
Anda dapat menghubungi langsung tim pendamping pasien Indonesia melalui WhatsApp. Tim akan membantu penjadwalan janji temu, menjelaskan alur konsultasi, serta memberikan panduan persiapan perjalanan ke Singapore.
Untuk informasi lebih lanjut atau membuat janji konsultasi, silakan hubungi kantor perwakilan Indonesia kami melalui WhatsApp. Tim kami siap membantu Anda.

