Operasi katarak dilakukan dengan mengganti lensa alami mata yang sudah keruh dengan lensa buatan jernih, yang disebut intraocular lens (IOL). Selain lensa monofokal standar, tersedia juga pilihan IOL yang lebih canggih untuk pasien tertentu, yang dapat membantu melihat pada berbagai jarak atau sekaligus mengoreksi astigmatisme (mata silinder). Pemilihan jenis lensa akan disesuaikan dengan kondisi mata, kebutuhan penglihatan, serta gaya hidup Anda. Dokter mata akan menjelaskan secara rinci apa yang dapat Anda harapkan sesuai kondisi masing-masing.
Apa Itu Katarak dan Apa Saja Gejalanya?
Katarak terjadi ketika lensa mata yang seharusnya jernih menjadi keruh, sehingga cahaya yang masuk ke retina berkurang. Akibatnya, fokus penglihatan tidak lagi tajam dan penglihatan perlahan berubah. Katarak biasanya berkembang secara bertahap, awalnya hanya keluhan ringan, namun semakin lama semakin terasa gejalanya.
Gejala katarak yang sering dirasakan antara lain:
- Penglihatan buram, berkabut, atau tampak berawan
- Mata lebih sensitif terhadap cahaya atau silau
- Sulit melihat jelas pada malam hari atau tempat minim cahaya
- Warna terlihat pudar atau kurang tajam
- Melihat lingkaran cahaya (halo) di sekitar lampu, saat berkendara malam
- Sering ganti ukuran kacamata atau lensa kontak

Jenis-Jenis Katarak
- Katarak terkait usia: Jenis yang paling sering terjadi, berkembang perlahan sebagai bagian dari proses penuaan alami. Terjadi karena protein pada lensa mata berubah seiring waktu, sehingga lensa makin keruh dan penglihatan menurun bertahap.
- Katarak nuklear: Terbentuk di bagian tengah lensa dan biasanya pertama kali memengaruhi penglihatan jarak jauh. Pada beberapa orang, penglihatan dekat sempat terasa membaik sementara sebelum akhirnya penglihatan secara keseluruhan semakin menurun. Warna juga bisa terlihat lebih kekuningan atau kurang jernih seiring perkembangan katarak.
- Katarak kortikal: Muncul dari tepi luar lensa lalu bergerak ke arah tengah. Sering menimbulkan silau, sensitif terhadap cahaya, serta kesulitan melihat jelas terutama pada kondisi terang atau saat malam hari.
- Katarak subkapsular posterior: Terbentuk di bagian belakang lensa dan cenderung berkembang lebih cepat dibanding jenis lain. Biasanya mengganggu penglihatan saat membaca dan menyebabkan silau, terutama pada cahaya terang atau ketika berkendara malam.
- Katarak kongenital: Sudah ada sejak lahir atau muncul pada masa kanak-kanak. Umumnya berkaitan dengan faktor genetik atau kondisi tertentu selama kehamilan, dengan tingkat keparahan yang bervariasi, pada beberapa kasus memerlukan penanganan lebih dini agar perkembangan penglihatan tetap optimal.
Normal Vision
Loss of Peripheral Vision
Bagaimana Operasi Katarak Dilakukan?
Operasi Katarak Standar
Operasi katarak dilakukan dengan mengangkat lensa alami mata yang sudah keruh, lalu menggantinya dengan lensa buatan jernih atau intraocular lens (IOL) agar penglihatan kembali lebih jelas. Tindakan ini umumnya dilakukan dengan anestesi lokal dan obat penenang ringan sehingga pasien tetap nyaman. Dokter akan membuat sayatan kecil di tepi kornea, kemudian membuka kapsul lensa untuk mencapai lensa yang mengalami katarak. Lensa tersebut dipecah menggunakan gelombang ultrasonik melalui alat phacoemulsification, lalu fragmennya dikeluarkan melalui alat yang sama. Setelah itu, lensa IOL dimasukkan dan diposisikan agar dapat menetap di dalam mata. Bila digunakan lensa torik, multifokal, atau EDOF (Extended Depth of Focus), posisi lensa akan dikonfirmasi secara presisi dengan bantuan panduan komputer untuk mendapatkan kualitas penglihatan yang optimal.
Operasi Katarak Tanpa Pisau (Bladeless)
Pada beberapa kasus, operasi katarak dapat dibantu teknologi laser (bladeless). Metode ini menggunakan laser femtosecond untuk membuat sayatan yang sangat presisi, membuka kapsul lensa, serta melunakkan katarak sebelum diangkat.
Teknik tanpa pisau ini memiliki beberapa keunggulan. Karena energi ultrasonik yang dibutuhkan menjadi lebih sedikit, penyebaran energi ke struktur mata lain seperti kornea dapat diminimalkan. Hal ini bermanfaat terutama pada kasus katarak yang lebih kompleks, misalnya katarak yang sangat padat, kondisi kornea yang kurang baik, atau mata dengan sudut sempit. Presisi sayatan dan bukaan kapsul juga lebih baik, sehingga membantu pengendalian silinder dan penempatan lensa menjadi lebih akurat, yang pada akhirnya memberikan hasil penglihatan yang lebih konsisten.
Keunggulan Operasi Katarak Tanpa Pisau (Bladeless Cataract Surgery)
Menggunakan energi ultrasound lebih rendah, sehingga mengurangi tekanan pada struktur mata seperti kornea
Bermanfaat untuk kasus katarak yang lebih kompleks, termasuk katarak yang sangat padat atau mata dengan kondisi kornea atau sudut mata tertentu
Memungkinkan sayatan dan pembukaan kapsul lensa yang lebih presisi
Membantu kontrol astigmatisme dan penempatan lensa yang lebih akurat
Memberikan hasil penglihatan yang lebih konsisten dan dapat diprediksi
Namun, teknik bladeless tidak selalu diperlukan untuk semua pasien. Pemilihannya disesuaikan dengan anatomi mata, karakteristik katarak, serta perencanaan operasi. Dokter akan mendiskusikan pilihan metode ini saat konsultasi untuk menentukan pendekatan yang paling sesuai bagi setiap pasien.
Operasi Katarak Standar vs Laser (Bladeless)
Operasi Katarak Standar
- Menggunakan instrumen bedah halus untuk membuat sayatan, mengakses lensa yang keruh
- Katarak dipecah dan dikeluarkan sebelum lensa IOL dipasang
- Metode yang paling umum dilakukan dan cocok untuk sebagian besar pasien
Operasi Katarak Dengan Laser Tanpa Pisau (Bladeless)
- Menggunakan laser femtosecond untuk membantu beberapa tahap, seperti membuat sayatan, membuka kapsul lensa, dan melunakkan katarak
- Memberikan konsistensi dan presisi yang lebih baik pada langkah-langkah operasi tertentu
- Dipertimbangkan sesuai anatomi mata, jenis katarak, dan rencana tindakan masing-masing pasien
“Operasi katarak yang berhasil bukan hanya sekadar mengangkat lensa yang keruh. Pengukuran yang akurat, pemilihan lensa yang dipersonalisasi, serta teknik operasi yang presisi sangat penting untuk mendapatkan penglihatan yang jelas dan nyaman pada berbagai jarak."
— Dr Errol Chan —
Direktur Medis & Dokter Spesialis Mata Konsultan Senior
Ascend Eye Clinic, Singapura
Manfaat Operasi Katarak
Baik dilakukan dengan teknik standar maupun dengan bantuan laser, operasi katarak bertujuan untuk mengatasi gangguan penglihatan yang disebabkan oleh lensa alami mata yang menjadi keruh, dengan menggantinya menggunakan lensa buatan yang jernih. Setelah operasi katarak, pasien umumnya merasakan peningkatan penglihatan yang signifikan dan dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.
- Penglihatan menjadi lebih jelas setelah lensa keruh diganti dengan lensa IOL.
- Membantu kembali mandiri dalam aktivitas harian seperti membaca, mengenali wajah, dan pada kondisi tertentu, berkendara
- Mengurangi risiko tersandung atau jatuh karena kemampuan melihat lingkungan sekitar menjadi lebih baik, terutama pada usia lanjut
- Memberikan hasil jangka panjang, karena katarak tidak akan muncul kembali setelah lensa diangkat (meski kadang dapat terjadi kekeruhan kapsul lensa yang masih bisa ditangani)
Pilihan yang paling sesuai bergantung pada kondisi kesehatan mata, masalah mata yang dimiliki, gaya hidup, serta kebutuhan penglihatan masing-masing pasien.
Di Ascend Eye Clinic, kami menyediakan berbagai pilihan lensa implan intraokular dari merek-merek terkemuka seperti Alcon, Zeiss, Johnson & Johnson, dan Bausch & Lomb, sehingga pemilihan lensa dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap pasien.
Jenis Lensa Intraokular (IOL)
Tersedia beberapa jenis lensa intraokular (IOL) masing-masing dirancang untuk membantu penglihatan pada jarak tertentu. Pilihan yang paling sesuai akan disesuaikan dengan kondisi mata, kebutuhan aktivitas, serta prioritas penglihatan Anda.
- Lensa Monofokal
Dirancang memberikan penglihatan tajam pada satu jarak fokus, umumnya untuk jarak jauh. Karena itu, pasien biasanya masih memerlukan kacamata untuk membaca atau melihat dekat. Pada sebagian orang, fokus dapat diatur untuk jarak dekat agar tidak perlu kacamata baca, namun akan membutuhkan kacamata untuk melihat jauh. Lensa monofokal juga dapat disesuaikan dengan konsep blended vision, yaitu satu mata difokuskan untuk jauh dan satu mata untuk dekat. - Lensa Multifokal
Memiliki rentang fokus paling luas, sehingga membantu penglihatan dekat, menengah, dan jauh melalui beberapa titik fokus dalam satu lensa. Jenis ini dapat sangat mengurangi ketergantungan pada kacamata dalam aktivitas sehari-hari. Namun, sebagian pasien dapat merasakan silau atau lingkaran cahaya (halo), terutama pada kondisi pencahayaan redup. Lensa multifokal umumnya dianjurkan pada mata yang sehat, tanpa glaukoma, kelainan makula, riwayat LASIK, atau mata kering. - Lensa EDOF (Extended Depth of Focus)
Menjadi pilihan bagi pasien yang kurang cocok menggunakan lensa multifokal. Lensa ini memberikan rentang fokus berkesinambungan terutama untuk penglihatan jarak jauh dan menengah. Sementara untuk membaca tulisan kecil, biasanya tetap memerlukan kacamata. Dibandingkan multifokal, gangguan visual seperti silau biasanya lebih minimal, meskipun rentang fokusnya tidak seluas multifokal. - Premium Monofokal
Memberikan penglihatan yang tajam pada satu titik fokus “lebih luas” dibanding monofokal biasa, sehingga jangkauan penglihatannya sedikit lebih lebar. Bila digunakan dengan konsep blended vision, sebagian pasien dapat mengurangi kebutuhan kacamata baik untuk jarak jauh maupun membaca. - Lensa Torik
Dirancang khusus untuk pasien dengan silinder (astigmatisme). Hampir semua jenis lensa, monofokal, premium monofokal, EDOF, maupun multifokal, tersedia dalam versi torik dan non-torik. Lensa ini mengoreksi silinder sekaligus saat operasi katarak, sehingga kualitas penglihatan menjadi lebih jelas dan ketergantungan pada kacamata jarak jauh dapat berkurang.

Penyesuaian Operasi Katarak dan Pemilihan Lensa
Perencanaan operasi katarak dilakukan secara individual untuk setiap pasien. Pemilihan lensa buatan tidak hanya berdasarkan ukuran kacamata, tetapi juga mempertimbangkan kesehatan mata, pengukuran kornea, adanya silinder, serta bagaimana kedua mata bekerja secara bersamaan.
Faktor gaya hidup juga penting. Kebiasaan membaca, penggunaan gadget atau komputer, kebutuhan berkendara, serta harapan terhadap penggunaan kacamata akan dibahas saat konsultasi untuk membantu menentukan pilihan lensa yang paling sesuai. Pada beberapa kasus, dokter dapat merencanakan jenis lensa atau target fokus yang berbeda pada masing-masing mata agar rentang penglihatan lebih luas.
Pendekatan yang dipersonalisasi ini membantu menyesuaikan rencana operasi dengan tujuan penglihatan pasien, sekaligus tetap menjaga keamanan, ketepatan, dan harapan hasil yang realistis.

Pertimbangan Asuransi
Asuransi rawat inap umumnya menanggung bagian tindakan operasi dalam pengobatan katarak, yaitu prosedur untuk mengangkat lensa mata yang sudah keruh, serta biaya pemasangan lensa standar monofokal. Namun, untuk jenis lensa premium seperti multifokal, extended depth of focus (EDOF), toric, atau monofokal premium, biasanya tidak termasuk dalam pertanggungan asuransi, akan ada biaya tambahan (top-up) yang perlu dibayarkan sendiri oleh pasien.
Jenis lensa tersebut dianggap sebagai pilihan tambahan (opsional) untuk membantu rentang penglihatan lebih luas atau mengoreksi silinder. Biaya tambahan terkait pemilihan lensa premium biasanya akan dijelaskan saat konsultasi, sehingga pasien dapat mempertimbangkan keputusan sesuai kebutuhan penglihatan dan anggaran.
Perawatan Setelah Operasi Katarak
Setelah operasi katarak, mengikuti anjuran perawatan pasca operasi sangat penting untuk membantu proses penyembuhan dan mengurangi risiko komplikasi. Waktu pemulihan dapat berbeda pada setiap orang, dan dokter mata akan memberikan panduan sesuai kondisi serta perkembangan Anda.
Perawatan Setelah Operasi Katarak
Gunakan panduan waktu berikut sebagai acuan singkat tentang apa yang boleh dan perlu dihindari selama masa penyembuhan mata.
Istirahatkan mata, batasi penggunaan layar, dan hindari membaca.
Boleh kembali menyetir atau bekerja jika penglihatan sudah terasa stabil.
Boleh olahraga ringan. Hindari gym, angkat beban berat, atau membungkuk terlalu rendah.
Boleh memakai make-up mata, dengan hati-hati agar tidak menimbulkan iritasi atau infeksi.
Hindari kontak langsung mata dengan air keran.
Gunakan pelindung mata saat tidur malam untuk mencegah mata tergosok tanpa sengaja.
Sudah boleh kembali olahraga berat, berenang, dan sauna.
Sudah boleh mandi atau keramas, namun hindari air langsung masuk ke mata.
Pentingnya Pengalaman dan Presisi dalam Operasi Katarak
Hasil operasi katarak sangat bergantung pada evaluasi yang akurat, teknik bedah yang presisi, serta pengambilan keputusan yang tepat, terutama bila melibatkan lensa intraokular premium atau koreksi astigmatisme.
Di Ascend Eye Clinic, operasi katarak ditangani oleh Dr Errol Chan, yang memiliki pengalaman klinis dan bedah luas yang dibentuk melalui paparan internasional di berbagai sistem kesehatan serta institusi terkemuka di Singapura, Inggris, dan Kanada. Pengalaman ini memungkinkan beliau menangani kasus katarak yang kompleks dan berisiko tinggi, termasuk pada mata dengan kondisi lain seperti glaukoma, gangguan retina, atau masalah kornea. Selain itu, Dr Chan juga berpengalaman dalam menangani pasien dengan kebutuhan visual yang spesifik, yang memerlukan pemilihan lensa, perencanaan operasi, dan pelaksanaan tindakan yang sangat teliti dan terpersonalisasi.
“Dalam setiap prosedur operasi katarak di Ascend Eye Clinic, kami menempatkan ketelitian, keamanan, dan perencanaan yang dipersonalisasi sebagai prioritas utama. Komitmen ini kami berikan kepada setiap pasien, terutama bagi pasien yang datang dari luar negeri, di mana perencanaan yang jelas dan hasil yang dapat diprediksi menjadi sangat penting.”
— Dr Errol Chan —
Direktur Medis & Dokter Spesialis Mata Konsultan Senior
Ascend Eye Clinic, Singapura
Tentang Dr Errol Chan
Dr Errol Chan adalah Medical Director sekaligus Senior Consultant Ophthalmologist di Ascend Eye Clinic, Singapura. Dengan pengalaman klinis dan bedah lebih dari 18 tahun serta lebih dari 10.000 prosedur mata yang telah dilakukan, beliau memberikan perawatan komprehensif bagi pasien dengan berbagai kondisi mata, baik yang rutin maupun kompleks, termasuk perubahan penglihatan terkait usia seperti presbiopia.
Dalam bidang operasi katarak dan lensa, Dr Chan menangani berbagai jenis prosedur dengan keahlian khusus pada implantasi lensa premium, untuk membantu pasien mencapai tujuan penglihatan yang lebih bebas dari ketergantungan pada kacamata. Beliau juga melakukan operasi katarak untuk kasus yang kompleks atau berisiko tinggi, termasuk operasi katarak yang dikombinasikan dengan tindakan untuk glaukoma atau penyakit retina.
Dr Chan meraih gelar kedokteran (MBBS) dari National University of Singapore dan menyelesaikan pelatihan spesialis oftalmologi di National University Hospital, Singapura. Ia juga memperoleh akreditasi spesialis oftalmologi dari Royal Colleges di Edinburgh, Glasgow, London, dan Kanada, serta dari Academy of Medicine, Singapore.
Beliau menjalani pelatihan fellowship internasional di McGill University, Kanada, serta di Moorfields Eye Hospital London, Inggris salah satu pusat layanan mata terkemuka di dunia. Selain itu, Dr Chan juga memperdalam bidang katarak dan operasi refraksi serta implantasi lensa premium di Optegra Eye Hospital London, Inggris.
Dr Chan merupakan pembicara internasional, telah menerbitkan lebih dari 40 artikel ilmiah di jurnal internasional yang melalui proses peer review, menerima berbagai penghargaan internasional, serta aktif sebagai peneliti dalam uji klinis yang mengembangkan terapi baru untuk penyakit mata.
Dalam praktik klinisnya, Dr Chan menekankan ketelitian, efektivitas, keamanan, dan pendekatan yang berpusat pada pasien. Pendekatan ini dimulai sejak konsultasi awal, selama prosedur operasi, hingga perawatan lanjutan setelah tindakan. Ia memahami bahwa mencari pengobatan untuk masalah mata dapat menjadi pengalaman yang menegangkan, sehingga setiap pasien diberikan waktu yang cukup untuk mendiskusikan harapan mereka terhadap penglihatan serta preferensi dalam memilih pengobatan.
Dr Chan juga secara rutin menangani pasien internasional, termasuk dari Indonesia, yang datang ke Singapura untuk evaluasi dan pengobatan katarak. Banyak pasiennya yang mencari solusi agar dapat mengurangi atau bahkan bebas dari kacamata untuk jarak jauh maupun membaca. Selama proses konsultasi, pilihan terapi akan dijelaskan secara jelas, dengan dukungan Bahasa Indonesia agar pasien dapat memahami kesesuaian tindakan, harapan hasil pengobatan, serta perencanaan penglihatan jangka panjang.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
1. Apakah operasi katarak terasa sakit?
Operasi katarak biasanya dilakukan dengan anestesi lokal, sehingga sebagian besar pasien tidak merasakan nyeri saat tindakan. Pada masa pemulihan awal, mungkin terasa sedikit perih atau tidak nyaman.
2. Bagaimana cara membuat janji konsultasi?
Anda dapat menghubungi tim klinis kami untuk menjadwalkan konsultasi, dan kami akan membantu mempersiapkan segala kebutuhan Anda sebelum kunjungan ke Singapura.
3. Apakah setelah operasi katarak saya masih perlu kacamata?
Kebutuhan kacamata setelah operasi bergantung pada jenis lensa implan yang dipilih serta kondisi mata masing-masing pasien. Di Ascend Eye Clinic, setelah operasi katarak umumnya pasien tidak lagi memerlukan kacamata untuk melihat jarak jauh.
Sebagian besar pasien yang menggunakan lensa premium juga tidak memerlukan kacamata baca, meskipun untuk aktivitas yang sangat detail seperti menjahit, kacamata baca mungkin masih diperlukan.
4. Apakah katarak bisa muncul kembali setelah operasi?
Katarak tidak akan kembali setelah lensa keruh diangkat. Namun, pada sebagian pasien dapat terjadi kekeruhan kapsul lensa di kemudian hari, yang dapat ditangani dengan prosedur laser sederhana tanpa rawat inap.
5. Apa perbedaan lensa standar dan lensa premium?
Lensa standar umumnya memperbaiki penglihatan pada satu jarak. Lensa premium dirancang membantu rentang penglihatan lebih luas atau mengoreksi silinder, sehingga ketergantungan pada kacamata bisa berkurang.
6. Bagaimana lensa ditentukan untuk tiap pasien?
Di Ascend Eye Clinic, pilihan lensa implan yang paling sesuai akan didiskusikan bersama Anda saat sesi konsultasi.
7. Berapa lama saya perlu tinggal di Singapura untuk operasi katarak?
Sebagian besar pasien tinggal beberapa hari untuk konsultasi, operasi, dan kontrol lanjutan sebelum kembali ke Indonesia.
8. Kapan aman untuk terbang kembali ke Indonesia setelah operasi?
Banyak pasien dapat bepergian dalam beberapa hari setelah operasi saat kondisi mata sudah stabil. Dokter bedah akan menyarankan waktu paling aman sesuai proses pemulihan.
9. Apakah saya perlu menginap di rumah sakit setelah operasi katarak?
Operasi katarak umumnya merupakan tindakan rawat jalan, sehingga biasanya tidak perlu menginap kecuali ada pertimbangan medis tertentu.
10. Apakah asuransi menanggung lensa premium?
Asuransi rawat inap pada umumnya menanggung tindakan operasi katarak, yaitu prosedur untuk mengangkat lensa mata yang sudah keruh, termasuk biaya pemasangan lensa standar monofokal.
Namun, jika pasien memilih lensa premium seperti multifokal, extended depth of focus (EDOF), toric, atau monofokal premium, biasanya tidak termasuk dalam pertanggungan asuransi. Karena itu, pasien perlu menyiapkan biaya tambahan (top-up) yang dibayarkan secara pribadi.
Untuk informasi lebih lanjut atau membuat janji konsultasi, silakan hubungi kantor perwakilan Indonesia kami melalui WhatsApp. Tim kami siap membantu Anda.

