Glaukoma adalah salah satu penyakit mata yang cukup sering terjadi dan menyerang saraf mata (saraf optik). Kondisi ini paling sering dialami oleh orang berusia lanjut. Pada tahap awal, glaukoma hampir tidak menimbulkan gejala, sehingga banyak orang tidak menyadarinya. Penyakit ini berkembang secara perlahan dan “diam-diam”, biasanya mulai mengganggu penglihatan samping (perifer) terlebih dahulu, lalu baru memengaruhi penglihatan bagian tengah. Kabar baiknya, dengan diagnosis yang tepat dan penanganan sejak dini, banyak pasien tetap bisa mempertahankan penglihatannya dan menjalani kualitas hidup yang baik
Apa Itu Glaukoma?
Glaukoma adalah sekelompok penyakit mata yang secara perlahan merusak saraf optik, yaitu saraf penting yang mengirimkan sinyal penglihatan dari mata ke otak. Kerusakan ini sering kali berhubungan dengan tekanan bola mata yang meningkat (tekanan intraokular). Namun, pada sebagian orang, glaukoma juga bisa terjadi meskipun tekanan mata masih dalam batas normal.
Karena glaukoma biasanya berkembang perlahan dan tidak menimbulkan rasa sakit, banyak orang tidak menyadarinya sampai penglihatan mulai berkurang. Padahal, jika saraf optik sudah rusak, kerusakan tersebut tidak bisa diperbaiki. Inilah sebabnya deteksi dini dan penanganan yang rutin sangat penting.
Kabar baiknya, dengan diagnosis yang tepat waktu dan pengobatan yang sesuai, glaukoma bisa dikontrol dengan baik. Dengan menjaga tekanan mata tetap dalam batas aman dan memantau kondisi mata secara berkala, banyak pasien tetap dapat mempertahankan penglihatan yang jernih dan stabil selama bertahun-tahun.
Apa Saja Gejala Glaukoma?
Pada tahap awal, glaukoma sering kali tidak menimbulkan gejala apa pun. Karena itulah penyakit ini sering dijuluki “pencuri penglihatan yang diam-diam”. Biasanya, glaukoma mulai memengaruhi penglihatan samping (perifer), sehingga perubahannya sangat halus dan mudah tidak disadari.
Seiring glaukoma berkembang, beberapa gejala yang bisa mulai dirasakan antara lain:
- Penyempitan penglihatan samping secara perlahan
- Penglihatan terasa buram atau berkabut
- Sulit melihat di tempat yang redup atau pada malam hari
- Rasa tidak nyaman atau terasa ada tekanan pada mata
Penglihatan Normal
Penyempitan Penglihatan Samping
Penglihatan Normal
Penyempitan Penglihatan Samping
Karena gejala-gejala ini umumnya baru muncul setelah terjadi kerusakan saraf yang cukup berat, pemeriksaan mata rutin adalah cara terbaik untuk mendeteksi glaukoma sejak dini, sebelum penglihatan terganggu.
Gejala pada sudut mata yang sempit (Angle Closure) adalah kondisi awal yang bisa berkembang menjadi glaukoma sudut tertutup. Kondisi ini terjadi karena sudut drainase alami pada mata memang lebih sempit, sehingga aliran cairan mata lebih mudah terhambat oleh iris (bagian berwarna pada mata) yang terdorong ke depan. Gejala khusus yang bisa muncul pada kondisi ini meliputi:
- Nyeri atau rasa tidak nyaman di sekitar mata, terutama saat berpindah dari tempat terang ke tempat yang lebih gelap
- Sakit kepala atau rasa nyeri di area alis atau kening
- Mata merah
- Penglihatan buram
- Seperti melihat lingkaran pelangi di sekitar cahaya
Jika Anda mengalami nyeri mata hebat yang muncul tiba-tiba, sakit kepala, mual, atau penglihatan mendadak buram, segera cari pertolongan medis. Gejala ini bisa menandakan glaukoma sudut tertutup akut (acute angle closure glaucoma), yaitu kondisi darurat yang memerlukan penanganan secepatnya.
Siapa yang Berisiko Mengalami Glaukoma?
Sebenarnya siapa saja bisa mengalami glaukoma. Namun, risikonya lebih tinggi jika Anda memiliki salah satu atau beberapa kondisi berikut:
- Berusia di atas 40 tahun
- Memiliki riwayat keluarga dengan glaukoma
- Tekanan bola mata lebih tinggi dari normal
- Memiliki penyakit tertentu seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, atau gangguan napas saat tidur (obstructive sleep apnoea)
- Mengalami rabun jauh/miopia tinggi
- Memiliki sudut drainase mata yang sempit (bisa karena ukuran bola mata yang lebih kecil secara alami atau faktor keturunan)
- Menggunakan obat steroid jangka panjang (misalnya obat minum, semprot hidung, inhaler asma, krim eksim, atau tetes mata tertentu)
- Pernah mengalami cedera pada mata sebelumnya
Karena glaukoma bisa berkembang tanpa gejala, orang-orang dengan faktor risiko di atas sebaiknya melakukan pemeriksaan mata secara rutin. Deteksi sejak dini sangat penting untuk menjaga penglihatan tetap baik.
Apa Saja Jenis-Jenis Glaukoma?
Glaukoma dibagi menjadi beberapa jenis, tergantung pada bagaimana cairan di dalam mata mengalir keluar dan bagaimana saraf optik terdampak. Mengetahui jenis glaukoma yang Anda alami membantu dokter menentukan penanganan yang paling tepat untuk melindungi penglihatan Anda.
- Glaukoma Sudut Terbuka (Open Angle Glaucoma)
Ini adalah jenis yang paling umum. Terjadi secara perlahan ketika saluran pembuangan cairan mata menjadi kurang efektif dari waktu ke waktu, sehingga tekanan di dalam mata meningkat secara bertahap. - Glaukoma Sudut Tertutup (Angle Closure Glaucoma)
Jenis yang lebih darurat. Sudut pembuangan cairan mata tiba-tiba menyempit atau tertutup, menyebabkan tekanan mata naik dengan cepat dan memerlukan penanganan segera. - Glaukoma Tekanan Normal (Normal-Tension Glaucoma)
Pada jenis ini, kerusakan saraf optik tetap bisa terjadi meskipun tekanan mata berada dalam kisaran normal. - Glaukoma Sekunder (Secondary Glaucoma)
Terjadi akibat kondisi mata lain, seperti peradangan, cedera, atau penggunaan obat tertentu dalam jangka panjang.
Setiap jenis glaukoma memerlukan rencana penanganan yang berbeda. Pemeriksaan mata rutin dan diagnosis yang akurat sangat penting untuk mendeteksi perubahan sejak dini dan menjaga penglihatan tetap baik dalam jangka panjang.
Bagaimana Glaukoma Didiagnosis & Dipantau?
Glaukoma didiagnosis melalui pemeriksaan mata yang menyeluruh, karena pada tahap awal sering kali tidak menimbulkan gejala yang terasa. Pemeriksaan biasanya meliputi pengukuran tekanan bola mata, evaluasi kondisi saraf optik, tes lapang pandang (untuk melihat area penglihatan), serta penilaian sudut drainase cairan mata. Dokter juga dapat menggunakan pemeriksaan pencitraan (imaging) untuk melihat dan mencatat struktur saraf optik secara lebih detail.
Setelah terdiagnosis, glaukoma perlu dipantau secara rutin. Kunjungan kontrol berkala membantu dokter memantau perubahan tekanan mata, kondisi saraf optik, dan hasil tes lapang pandang dari waktu ke waktu. Dari pemantauan inilah pengobatan bisa disesuaikan bila diperlukan, dengan tujuan memperlambat perkembangan penyakit dan menjaga penglihatan tetap stabil.
Apa Saja Pilihan Pengobatan Glaukoma?
Glaukoma tidak bisa disembuhkan, tetapi bisa dikontrol dengan penanganan yang tepat. Tujuan utama pengobatan adalah menurunkan tekanan bola mata dan mencegah kerusakan lebih lanjut pada saraf optik. Rencana perawatan selalu disesuaikan dengan kondisi mata dan kebutuhan gaya hidup masing-masing pasien.
- Obat-obatan sebagai Langkah Awal
Pengobatan biasanya dimulai dengan obat tetes mata. Dalam beberapa kasus, dokter juga memberi obat minum. Obat ini bekerja dengan dua cara: membantu cairan mata mengalir keluar lebih lancar atau mengurangi produksinya. Pilihan obat akan disesuaikan agar efektif menurunkan tekanan mata dengan efek samping seminimal mungkin. Tersedia juga obat tetes tanpa bahan pengawet (preservative-free) untuk mengurangi risiko iritasi. Jika obat biasa kurang efektif, dokter dapat mempertimbangkan obat generasi baru. - Terapi Laser: Ringan dan Efektif
Prosedur laser bisa membantu memperlancar aliran cairan mata. Tindakan ini minimal invasif (tanpa sayatan besar) dan waktu pemulihannya cepat. Beberapa jenis terapi laser, tergantung jenis glaukoma, antara lain:- Selective Laser Trabeculoplasty (SLT): Membantu meningkatkan aliran cairan pada glaukoma sudut terbuka. Setelah tindakan ini, penggunaan obat kadang bisa dikurangi, bahkan dihentikan pada sebagian pasien. Prosedur dapat diulang bila perlu.

- Laser Peripheral Iridotomy (LPI): Dokter membuat lubang kecil pada iris (bagian mata yang berwarna). Tujuannya agar cairan mata bisa mengalir lebih bebas. Ini terutama untuk glaukoma sudut tertutup.

- Micropulse Laser: Teknik laser modern dengan energi yang diberikan secara lembut dan bertahap. Tujuannya meningkatkan aliran cairan dengan dampak minimal pada jaringan sekitar.
- Diode Laser: Biasanya digunakan pada glaukoma yang sudah lanjut, baik primer maupun sekunder. Terapi ini membantu menurunkan tekanan mata ke tingkat yang lebih aman.
Sebagian besar prosedur laser dilakukan di klinik dan berlangsung cepat. Banyak pasien bisa kembali beraktivitas normal keesokan harinya.
- Selective Laser Trabeculoplasty (SLT): Membantu meningkatkan aliran cairan pada glaukoma sudut terbuka. Setelah tindakan ini, penggunaan obat kadang bisa dikurangi, bahkan dihentikan pada sebagian pasien. Prosedur dapat diulang bila perlu.
- Operasi Glaukoma Minimal Invasif (MIGS)
Bagi pasien yang perlu menurunkan tekanan mata tetapi ingin menghindari operasi besar, MIGS (Minimally Invasive Glaucoma Surgery) bisa menjadi pilihan. Prosedur ini menggunakan sayatan sangat kecil dan alat berukuran mikro untuk memperbaiki sistem aliran cairan alami mata. Pemulihan biasanya lebih cepat dan rasa tidak nyaman lebih ringan. Beberapa pilihan MIGS yang umum digunakan:- Glaukos iStent inject W: Implan titanium yang sangat kecil. Alat ini dipasang pada saluran pembuangan mata untuk membantu cairan mengalir lebih lancar secara alami.
- Hydrus Microstent: Alat kecil dan lentur yang dipasang di saluran drainase mata untuk membukanya, sehingga tekanan mata menurun.
MIGS sering dilakukan bersamaan dengan operasi katarak dan paling cocok untuk pasien dengan glaukoma ringan hingga sedang. Prosedur ini dapat menurunkan tekanan mata secara signifikan dengan sayatan yang lebih kecil, rasa tidak nyaman yang lebih ringan, serta masa pemulihan yang lebih cepat dibandingkan operasi glaukoma konvensional.
- Operasi Glaukoma Konvensional: Untuk Kasus Lanjut
Jika obat, laser, atau MIGS belum cukup mengontrol tekanan mata, operasi konvensional mungkin diperlukan. Tujuannya adalah membuat jalur baru agar cairan mata bisa keluar dengan lebih baik dan melindungi saraf optik. Dua jenis utama adalah:- Trabekulektomi: Dokter membuat saluran kecil pada dinding mata agar cairan bisa keluar dan dibawa oleh sirkulasi darah.

- Implan Glaukoma (Drainage Devices): Selang silikon medis kecil dipasang di mata untuk membantu pengaliran cairan dan menurunkan tekanan.

- Trabekulektomi: Dokter membuat saluran kecil pada dinding mata agar cairan bisa keluar dan dibawa oleh sirkulasi darah.
- Operasi Katarak
Pada glaukoma sudut tertutup, operasi katarak (penggantian lensa mata yang keruh) dapat membantu membuka sudut drainase mata. Dengan begitu, aliran cairan menjadi lebih lancar dan tekanan mata bisa menurun. Operasi katarak bisa dilakukan sendiri atau dikombinasikan dengan MIGS, trabekulektomi, atau implan glaukoma untuk hasil yang lebih optimal.
Penanganan glaukoma yang efektif selalu dimulai dari diagnosis dini dan rencana terapi yang tepat. Jika Anda sudah didiagnosis glaukoma atau memiliki faktor risiko, sebaiknya jadwalkan konsultasi mata untuk mengetahui pilihan pengobatan yang paling sesuai dengan kondisi Anda.
Kapan Perlu Mempertimbangkan Operasi Glaukoma?
Operasi glaukoma biasanya dipertimbangkan ketika metode pengobatan lain sudah tidak lagi cukup untuk menjaga tekanan mata tetap terkendali. Dokter mungkin akan menyarankan tindakan operasi bila:
- Lapang pandang terus memburuk.
- Kerusakan saraf optik semakin bertambah.
- Terapi non-bedah tidak lagi mampu mengendalikan kondisi.
- Aktivitas harian, terutama mengemudi atau melihat jelas di malam hari, menjadi lebih sulit karena penurunan penglihatan.
- Terjadi peningkatan tekanan mata, baik secara mendadak maupun bertahap, seperti pada glaukoma sudut tertutup.
"Dengan deteksi dini dan pemantauan yang teliti menggunakan teknologi diagnostik yang presisi, kami dapat melindungi saraf optik dan mempertahankan penglihatan. Tidak seharusnya seseorang kehilangan penglihatannya, karena jika glaukoma terdeteksi sejak awal, kondisi ini sangat bisa ditangani dengan baik."
— Dr Errol Chan —
Direktur Medis & Dokter Spesialis Mata Konsultan Senior
Ascend Eye Clinic, Singapura
Seperti Apa Prosedur Operasi Glaukoma?
Operasi glaukoma umumnya dilakukan sebagai tindakan rawat jalan (day surgery). Anda tidak perlu menginap di rumah sakit. Prosedur biasanya menggunakan bius lokal, jadi Anda tetap sadar, tetapi area mata dibuat mati rasa agar tetap nyaman selama tindakan. Saat operasi, dokter akan membuat jalur baru atau memperbaiki saluran cairan yang sudah ada di dalam mata. Tujuannya agar cairan mata bisa keluar lebih lancar. Dengan begitu, tekanan mata menurun dan saraf optik lebih terlindungi dari kerusakan.
Teknik operasi glaukoma modern dirancang lebih presisi dan minim sayatan. Ini membantu proses pemulihan terasa lebih nyaman. Sebagian besar pasien bisa pulang di hari yang sama dan kembali beraktivitas secara bertahap dalam waktu relatif singkat, sesuai anjuran dokter.
Apa Manfaat Operasi Glaukoma?
Beberapa manfaat utama dari operasi glaukoma meliputi:
- Tekanan bola mata lebih terkontrol
- Ketergantungan pada obat tetes mata atau obat minum harian bisa berkurang
- Risiko penurunan penglihatan lebih lanjut dapat ditekan
Tujuan dari setiap tindakan glaukoma sebenarnya sederhana: mempertahankan penglihatan yang Anda miliki saat ini dan membantu Anda tetap bisa melihat dengan jelas dalam jangka panjang.
Bagaimana Perawatan dan Pemulihan Setelah Tindakan?
Setelah menjalani pengobatan atau prosedur glaukoma, proses pemulihan umumnya berjalan baik bila perawatan diikuti dengan benar. Rasa tidak nyaman ringan atau penglihatan yang sedikit buram bisa saja terjadi, tetapi biasanya membaik dalam beberapa hari. Anda akan mendapatkan panduan perawatan setelah tindakan serta obat tetes mata untuk membantu proses penyembuhan dan menjaga tekanan mata tetap stabil. Untuk pasien yang datang dari luar negeri, perjalanan dengan pesawat biasanya diperbolehkan sekitar satu minggu setelah tindakan, setelah dokter memastikan kondisi mata membaik. Kontrol rutin sangat penting untuk memantau tekanan mata dan memastikan pemulihan berjalan stabil. Dengan mengikuti anjuran dokter, hasil pengobatan dapat bertahan dalam jangka panjang dan kesehatan penglihatan tetap terjaga.
Perawatan Setelah Operasi Glaukoma
Gunakan panduan waktu berikut untuk mengetahui apa yang boleh dan sebaiknya dihindari selama mata dalam masa pemulihan.
Istirahatkan mata. Batasi penggunaan layar dan hindari membaca.
Anda boleh mandi atau keramas. Pastikan air tidak langsung mengenai mata.
Anda bisa kembali menyetir atau bekerja, selama penglihatan sudah terasa cukup stabil.
Boleh melakukan olahraga ringan. Hindari dulu gym, angkat beban, atau membungkuk terlalu rendah.
Anda sudah boleh menggunakan riasan mata. Tetap berhati-hati agar tidak terjadi iritasi atau infeksi.
Gunakan pelindung mata saat tidur, mencegah mata tergosok tanpa sengaja.
Hindari Air mengalir langsung kearah mata.
Anda dapat kembali melakukan olah raga berat, berenang dan sauna kembali.
Tentang Dr Errol Chan
Dr Errol Chan adalah Medical Director sekaligus Senior Consultant Ophthalmologist di Ascend Eye Clinic, Singapura. Beliau merupakan dokter spesialis mata berpengalaman dengan lebih dari 18 tahun pengalaman klinis serta telah melakukan lebih dari 10.000 tindakan operasi mata. Bidang minat khusus Dr Chan meliputi penanganan katarak, glaukoma, dan penyakit retina, serta koreksi penglihatan melalui bedah refraktif kornea dan pemasangan lensa tanam Implantable Collamer Lens (ICL).
Dr Chan meraih gelar MBBS dari National University of Singapore dan tercatat dalam Dean’s List. Ia menyelesaikan pelatihan spesialis oftalmologi di National University Hospital, Singapura, serta menjalani fellowship internasional di McGill University (Kanada) dan Moorfields Eye Hospital (London, Inggris). Pengalaman klinis internasionalnya juga mencakup penugasan di Great Ormond Street Hospital dan Optegra Eye Hospital London di Inggris.
Dr Chan menangani berbagai kondisi mata, baik yang kompleks maupun rutin, dengan pendekatan yang menekankan ketelitian, keamanan, dan perawatan yang berpusat pada pasien. Ia dikenal memiliki pendekatan yang sangat menyeluruh, baik dalam tindakan operasi maupun perawatan lanjutan. Banyak pasien, termasuk dari Indonesia, datang untuk mendapatkan opini kedua atau menjalani prosedur khusus dengan teknologi medis terkini yang berbasis bukti ilmiah.
Untuk mendukung pasien dari Indonesia, tim klinik menyediakan layanan dalam Bahasa Indonesia serta panduan langkah demi langkah, sehingga seluruh proses, mulai dari konsultasi hingga pemulihan, dapat dijalani dengan lebih lancar, nyaman, dan terarah.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
1. Apa perbedaan pengobatan glaukoma di Singapura dan Indonesia?
Perawatan disesuaikan secara individual, berbasis bukti medis, dan dipantau secara ketat untuk hasil jangka panjang. Yang tidak kalah penting, terapi glaukoma Anda didukung teknologi terkini serta mengikuti standar klinis lokal maupun internasional.
2. Bagaimana cara mengetahui pengobatan yang paling cocok untuk saya?
Setelah pemeriksaan mata menyeluruh, dokter akan merekomendasikan pilihan terbaik, apakah dengan obat, laser, atau operasi, sesuai dengan kondisi mata Anda.
3. Seberapa efektif terapi laser untuk glaukoma?
Terapi laser dapat membantu menurunkan tekanan mata secara signifikan dan pada beberapa kasus menunda kebutuhan operasi. Prosedurnya cepat, minim rasa tidak nyaman, dan banyak pasien bisa kembali beraktivitas normal keesokan harinya.
4. Berapa biaya pengobatan glaukoma di Singapura?
Biaya tergantung pada jenis dan tingkat keparahan glaukoma. Konsultasi dan pemeriksaan mata lengkap diperlukan sebelum perkiraan biaya dapat diberikan. Anda bisa menghubungi tim klinik dan membagikan kondisi Anda untuk mendapatkan estimasi biaya.
5. Bagaimana pasien dari Indonesia bisa berobat ke Singapura?
Tim kami yang berbahasa Indonesia siap membantu pengaturan jadwal konsultasi, perjalanan, dan koordinasi perawatan, sehingga proses berobat di Singapura menjadi lebih mudah dan nyaman.
6. Jika saya sudah melakukan tes mata di Indonesia, apakah perlu diulang di Singapura?
Dalam banyak kasus, ya. Meskipun sudah ada hasil sebelumnya, Dr Chan biasanya akan mengulang beberapa pemeriksaan penting untuk memastikan tekanan mata, kondisi saraf optik, dan lapang pandang menggunakan peralatan di klinik. Ini penting agar keputusan terapi lebih akurat dan aman.
7. Berapa lama saya perlu tinggal di Singapura untuk pengobatan glaukoma?
Untuk konsultasi, terapi laser, atau prosedur MIGS (operasi glaukoma minimal invasif), banyak pasien hanya perlu tinggal beberapa hari. Jika diperlukan operasi yang lebih kompleks, masa tinggal mungkin sedikit lebih lama agar kondisi dapat dipantau sebelum pulang.
8. Kapan aman untuk terbang kembali ke Indonesia setelah tindakan glaukoma?
Sebagian besar pasien umumnya sudah boleh terbang pulang dalam 1–2 hari setelah tindakan laser dan 3–4 hari setelah operasi glaukoma minimal invasif (MIGS). Untuk prosedur glaukoma yang lebih kompleks, kami akan merekomendasikan waktu perjalanan yang paling aman berdasarkan kestabilan tekanan mata dan proses penyembuhan, guna meminimalkan risiko terkait perjalanan.
9. Apakah saya perlu rawat inap setelah operasi glaukoma?
Sebagian besar operasi glaukoma modern dilakukan sebagai prosedur rawat jalan. Artinya, Anda bisa kembali ke tempat menginap di hari yang sama. Rawat inap biasanya hanya diperlukan pada kondisi tertentu.
10. Apakah saya masih perlu menggunakan obat tetes mata setelah operasi glaukoma?
Beberapa pasien mungkin tetap memerlukan obat tetes, tetapi biasanya dengan dosis lebih rendah atau jenis obat yang lebih sedikit. Tujuan operasi glaukoma adalah membantu mengontrol tekanan mata dengan lebih baik, mengurangi ketergantungan obat jangka panjang, dan melindungi sisa penglihatan yang ada
Untuk informasi lebih lanjut atau untuk menjadwalkan konsultasi, silakan hubungi kantor perwakilan kami di Indonesia melalui WhatsApp. Tim kami siap membantu Anda dengan senang hati.

